nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Tanaman Ini Akan Punah Karena Pemanasan Global, Cokelat Salah Satunya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 20:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 01 298 1853417 5-tanaman-ini-akan-punah-karena-pemanasan-global-cokelat-salah-satunya-H1b0FAH0G9.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PEMANASAN global yang kian tak terbendung, diklaim akan menyebabkan beberapa spesies hewan dan tumbuhan punah. Misalnya adalah tanaman kakao. Tanaman ini membutuhkan lingkungan yang lembap, dingin, dan curah hujan yang banyak agar dapat tumbuh subur dan berkembang dengan baik.

Namun mengingat dampak pemanasan global membuat suhu udara menjadi lebih panas dan tak terprediksi, tanaman kakao diklaim akan punah dalam beberapa dekade mendatang. Selain kakao, ternyata ada beberapa tanaman populer lainnya yang diprediksi akan punah jika isu pemanasan global ini tidak ditanggulangi secepatnya. Dilansir dari Mashed, Kamis (1/2/2018), berikut ulasan lengkapnya.

Alpukat

Tidak mengejutkan jika permintaan global untuk alpukat terus meningkat. Buah bertekstur lembut ini menjadi salah satu bahan makan sehat yang paling diburu, apalagi setelah tren superfoods mulai merebak dan digemari berbagai kalangan di seluruh dunia.

Namun tahukah Anda, menurut para ilmuwan, alpukat termasuk jenis buah-buahan yang akan sulit untuk dibudidayakan mengingat semakin parahnya dampak pemanasan global yang kita rasakan saatini. Seperti diketahui, akpukat sendiri umumnya dibudidayakan di lingkungan tropis yang saat ini sudah mulai tergerus menjadi padang pasir, atau tidak layak lagi untuk dijadikan lahan budidaya buah tersebut.

 (Baca Juga: Kekinian, Bikin Lontong Isinya Ayam Teriyaki)

Kopi

Sebuah studi yang dikeluarkan pada 2012 lalu oleh ilmuwan asal Inggris dan Nigeria menunjukkan bahwa, pada tahun 2080 nanti, 70 persen pasokan biji kopi dunia akan habis tak bersisa. Pada tahun yang sama, sebuah skenario terbaik menunjukkan jumlah lahan yang dapat ditumbuhi pohon kopi akan berkurang hingga 38%, dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi kenaikan sebesar 100%. Itulah sebabnya, para pemimpin negara di seluruh dunia harus mulai mempertimbangkan dampak negatif deforestasi, sehingga harus dilakukan tindakan preventif untuk menyelamatkan bahan pangan yang akan punah.

Kacang

Para ilmuwan mengatakan, perubahan iklim yang ekstrem akan memperburuk cuaca sehingga memicu kekeringan dan menghancurkan hasil panen para petani, termasuk petani kacang tanah. Seperti diketahui, tanaman ini membutuhkan lingungan yang sangat stabil agar dapat tumbuh dengan maksimal. Jika curah hujan terlalu sedikit, makan benih pun akan sulit tumbuh.

Sementara itu, jika cuaca panas terus terjadi, tunas pada bibit kacang akan terbakar. Terlalu banyak hujan juga akan menyebabkan jamur dan penyakit lainnya yang akan menyerang tanaman. Tak heran, jika harga kacang terus melambung hingga beberapa dekade mendatang. Kemungkinan terburuk, Anda tidak dapat menikmati makanan bercita rasa gurih ini di masa depan.

 (Baca Juga: Malam Ini Enaknya Makan Spaghetti Chicken Balls dan Bakwan Jagung)

Cokelat

Menurut National Oceanic dan Atmospheric Administration, perubahan iklim dapat membunuh tanaman kakao yang menjadi bahan dasar olahan cokelat, dan diprediksi akan terjadi pada 2050 mendatang. Kenaikan suhu bumi memaksa para petani kakao untuk menemukan lahan yang lebih sejuk di pegunungan Afrika Barat. NOAA juga memprediksi bahwa 89,5% lahan yang saat ini digunakan tidak akan sama pada pertengahan abad ke-21 nanti.

 (Baca Juga: Sensansi Ayam Goreng Carub, Nikmatnya Kekinian)

Pisang

Ancaman terhadap budidaya pisang sebetulnya terbilang unik. Masalah ini dimulai dengan penemuan Panama Disease yaitu, sebuah penyakit yang disebabkan oleh jamur berbahaya. Jamur ini berasal dari Amerika Tengah dan bertanggung jawab atas kepunahan pisang jenis Gros Michel. Hari ini, para peneliti kembali menemukan jenis penyakit Panama terbaru yang mereka sebut Tropical Race 4. Penyakit tersebut pertama kali muncul di Malaysia pada tahun 90-an.

Hanya dibutuhkan satu jepit kotoran yang terkontaminasi virus, untuk menyebarkan TP4 ke seluruh kawasan Asia Tenggara dan bahkan telah mencapai Australia dan Afrika. Pada Januari 2016 lalu, penyakit ini membuat salah satu produsen pisang di Mozambaik menelan kerugian besar, setelah lebih dari 230.000 tanaman pisang mereka hancur tak bersisa.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini