Gizi Buruk Bukan Hanya Masalah Kesehatan, Faktor Lain Lebih Dominan

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 01 481 1853248 gizi-buruk-bukan-hanya-masalah-kesehatan-faktor-lain-lebih-dominan-vLcyTQhp5F.jpg (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, bukan hanya masalah kesehatan tetapi permasalahan hilir yang disebabkan oleh banyak faktor.

"Faktor kesehatan tidak akan mungkin berdiri sendiri. Banyak faktor lain yang ikut menjadi penyebab," kata Nila dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan DPR di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Nila mengatakan faktor layanan kesehatan hanya menyumbang 20 persen dari permasalahan gizi buruk dan campak di Asmat. Selebihnya adalah faktor lingkungan 40 persen, faktor sosial budaya 30 persen dan faktor genetika 10 persen.

Untuk menangani kejadian luar biasa campak dan gizi buruk di Asmat, Nila mengatakan dalam jangka pendek telah mengirimkan personel dan bantuan logistik secara bergantian setiap 10 hari sekali.

Saat ini, pengiriman personel dan bantuan logistik telah memasuki 10 hari ketiga dengan menangani pasien-pasien di rumah sakit dan aula gereja setempat. "Sebagian pasien sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Namun, bila tidak ada pengawasan, mereka bisa sakit lagi," tuturnya.

Nila mengatakan terkait dengan penyakit campak, satu-satunya cara untuk mengatasi hanya dengan imunisasi. Karena itu, telah ada 13.300 orang di Asmat yang telah diimunisasi.

Rapat konsultasi pemerintah dengan pimpinan DPR dipimpin Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Kesra Fahri Hamzah dengan dihadiri Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua Komisi IX Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi IX Syamsul Bachri, Wakil Ketua Komisi IX Ermalena dan sejumlah anggota lain.

Menteri yang hadir pada rapat konsultasi itu adalah Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ancandra Tahar.

Lontaran Menkes diamini Menteri Sosial Idrus Marham. Dia sepakat banyak faktor yang menyebabkan kejadian luar biasa campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. "Dilihat dari kondisi alam, sangat berpengaruh pada cara hidup dan kehidupan mereka yang rentan terkena penyakit," kata Idrus.

Idrus mengatakan masyarakat Asmat yang terkena campak dan gizi buruk tinggal di wilayah yang terisolasi dengan kondisi alam sebagian besar berupa rawa-rawa.

Kondisi itu membuat cara hidup dan kehidupan mereka menjadi rentan terkena penyakit. Misalnya, rumah dibangun di atas rawa dan meminum air hujan tanpa dimasak. "Karena tanahnya rawa, mereka bergantung pada tadah hujan dalam mencukupi kebutuhan air. Makanan utama mereka sagu, ubi dan talas," tuturnya.

(Baca Juga: 5 Fakta Gizi Buruk di Asmat yang Mencengangkan)

Pola kehidupan mereka juga menyebar, tidak berkumpul, yang ada di 23 distrik. Sebagian besar dari mereka hidup berpindah-pindah. "Mereka bekerja untuk mendapatkan makanan. Setelah ada makanan, mereka berhenti bekerja. Setelah makanan habis, baru bekerja lagi," katanya.

Perkembangan terakhir penanganan kejadian luar biasa campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat adalah terdapat 72 orang meninggal dunia. Dari penelurusan tim di 196 kampung di 22 distrik yang ada di Kabupaten Asmat, sudah ada 12.883 anak yang terlayani.

Pemerintah sudah melakukan langkah tanggap darurat dengan membentuk tim terpadu yang terdiri atas anggota TNI/Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat dan pemerintah daerah.

(Baca Juga: Menkes Tak Terima Masalah Asmat Disebut Bencana Kesehatan)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini