nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika China "Memboyong" Kota Paris Beserta Menara Eiffel ke Negaranya

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 08:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 02 406 1853607 ketika-china-memboyong-kota-paris-beserta-menara-eiffel-ke-negaranya-rSVeYkJE4x.png Menara Eiffel di China (Foto: Amusingplanet)

DUA menara ini sekilas memang mirip. Tapi, jika Travelers perhatikan, keduanya berbeda.

Ya, pada foto di atas, menara yang ada di sebelah kiri adalah menara Tianducheng, sedangkan yang di sebelah kanan adalah menara Eiffel, yang telah lebih dulu tersohor ke hampir seluruh dunia. Menara Tianducheng yang ada di Tiongkok berdiri tegak dan kokoh bak menara Eiffel, dengan hampir semua bagiannya mirip menara Eiffel.

Berada di pinggiran Kota Hangzhou di Tiongkok, menara Tianducheng terletak di kawasan seluas 31 kilometer persegi, sekitar perumahan mewah. Menara yang disebut menyerupai Eiffel tersebut dibuka pada 2007, dengan hampir semua bangunan dan patungnya dibuat mirip dengan City of Lights yang terkenal di Perancis.

Melansir dari Amusing Planet, Jumat (2/2/2018), menara Eiffel replika di Tiongkok tingginya lebih dari 100 meter atau sepertiga dari ukuran asli menara Eiffel. Seorang fotografer bernama François Prost, berhasil membuat kedua menara tersebut benar-benar mirip dengan sudut pengambilan gambar yang juga serupa.

Foto-foto yang diabadikan oleh Prost disebut Paris Syndrome. Ia mengambil kedua foto menara, bangunan yang ada di sekitar, patung-patung, juga air mancur, lalu menaruhnya berdampingan.

Dari banyak foto-foto yang dibadikan, ada potret jalan raya Perancis yang luas dan berdiri sebuah bangunan apartemen tradisional Haussmann dan patung-patung Paris klasik dan lampu jalan, yang jika dilihat sekilas, Travelers akan sulit membedakannya dengan aslinya.

“Saya berpikir mungkin mereka juga akan mencoba untuk menciptakan restoran Perancis,” kata Prost.

Menurut penuturan Prost, menara Eiffel di Perancis bisa menarik ribuan turis perharinya dan tidak pernah sepi. Sementara, di Tiongkok, menaranya tidak terlalu ramai dan hanya dilewati oleh penduduk setempat yang menggunakan skuter listrik atau berjalan kaki.

“Orang-orang di Sky City tidak terlalu peduli dengan menara, hanya pada malam hari saja masyarakat lokal mendatanginya. Mereka berlatih tarian atau sekadar berjalan-jalan sore,” ungkap Prost.

Selain pada malam hari, masyarakat di sekitar menara Eiffel juga kerap meramaikan situs tersebut setiap Jumat dan Sabtu malam, ketika lampu-lampu menara dinyalakan. Coba Travelers perhatikan, keduanya benar-benar serupa, bukan?

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini