nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rajin Minum Susu Kedelai Bisa Mencegah Kanker

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 13:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 02 481 1853713 rajin-minum-susu-kedelai-bisa-mencegah-kanker-BNcBQ534e5.jpg Susu kedelai (Foto: Thespruce)

SELAIN susu sapi dan kambing, kehadiran akan susu kedelai juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, susu kedelai memang telah menjadi alternatif pilihan untuk mengonsumsi susu selain susu sapi dan kambing.

Susu kedelai sendiri diekstraksi dari kedelai, susu kedelai ini disebutkan hadir sebagai sumber energi yang memiliki kandungan nutrisi seperti protein, gula, serat makanan dan lemak yang baik. Lalu di antara mineral, mengandung mengandung kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan zinc.

BACA JUGA:

Tingkatkan Fungsi Otak hingga Sehatkan Kulit, 10 Manfaat Anggur Hitam

Tak hanya itu, susu kedelai ini juga diketahui mempunyai berbagai vitamin seperti folat, thiamin, riboflavin, niasin, vitamin B6, vitamin B12, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Serta mengandung asam lemak tak jenuh tunggal, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh ganda, yang mana kesemua nutrisi ini dapat membantu dalam menjaga kesehatan.

Nah, jadi penasaran kan sebenarnya apa saja sih manfaat yang diberikan oleh susu kedelai ini? Melansir Organicfacts, Jumat (2/1/2018) berikut di bawah ini ulasannya.

Meningkatkan kesehatan jantung

Soymilk disebutkan mengandung protein yang penting untuk pertumbuhan, yakni protein yang terbuat dari asam amino yang terbukti memiliki manfaat dalam mencegah berbagai gangguan kesehatan. Kandungan asam amino dan isoflavon protein kedelai juga membantu menurunkan kolesterol LDL. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa konsumsi isoflavon kedelai mengurangi kadar kolesterol serum pada pria lanjut usia. Jadi, bisa dibilang asupan susu kedelai adalah cara efektif untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

Meringankan penyakit pasca-menopause 

Selain kesehatan jantung, studi menunjukkan bahwa isoflavon di dalam susu kedelai dapat membantu mempertahankan kadar estrogen pada wanita menopause. Asupan susu kedelai oleh wanita pasca menopause dapat membantu mencegah penyakit yang mungkin terjadi karena hilangnya hormon estrogen alami.. Efek antioksidan dari isoflavon kedelai selanjutnya dapat bermanfaat dalam pengurangan penyakit kronis tertentu, terutama pada penyakit sistem kardiovaskular.

Meringankan osteoporosis 

Susu kedelai disebutkan bermanfaat terkait soal osteoporosis pada wanita pasca menopause. Osteoporosis adalah risiko pada wanita pada usia pascamenopause, biasanya dikenal sebagai tulang rapuh, kehilangan kalsium berkontribusi terhadap risiko pengembangan penyakit ini. Karena semakin banyak susu kedelai juga diperkaya dengan kalsium, sehingga bisa dibilang bahwa susu kedelai dapat membantu dalam mempertahankan dan memberikan suplemen ke tubuh.1 Terapi penggantian hormon alami dengan isoflavon kedelai dapat memperbaiki retensi massa dan densitas tulang, sehingga mengurangi risiko patah tulang pada wanita pasca-menopause.

Mencegah kanker 

Menurut sebuah penelitian, konsumsi susu kedelai bisa mengurangi kadar estrogen serum dan mengurangi risiko kanker payudara. Kanker payudara biasa terjadi pada wanita dan kadar estrogen terkait dengan jenis kanker ini. Terutama, wanita pasca-menopause yang disebutkan berisiko tinggi terkena kanker payudara. Selain itu, dari hasil sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa pria yang punya konsumsi susu kedelai tinggi berisiko rendah mengalami kanker prostat.

 BACA JUGA:

Terobsesi Jadi Marilyn Monroe, Pria Ini Habiskan Rp95 Jutaan untuk Filler Sampai Bibirnya Jontor

Antioksidan 

Susu kedelai dapat bekerja sebagai antioksidan yang hadir sebagai efek dari adanya kandungan isoflavon, yang di mana antioksidan ini dapat bermanfaat terhadap penyakit kronis tertentu. Dadih susu kedelai memiliki sifat antioksidan dan hepatoprotektif, yang bisa membantu mengurangi stres oksidatif dan juga kerusakan, salah satunya kerusakan hati yang disebabkan oleh stres oksidatif. Selain itu, temuan penelitian lain menunjukkan bahwa sifat antioksidan susu kedelai dapat membantu meningkatkan kapasitas antioksidan dan mengurangi gejala menopause pada wanita.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini