nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapan dan Bagaimana Cara yang Tepat untuk Deteksi Dini Kanker Payudara?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 16:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 02 481 1853741 kapan-dan-bagaimana-cara-yang-tepat-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara-Q0LgxpFVox.jpg Kanker payudara (Foto: Shetepeopletv)

UNTUK melakukan pencegahan dini kanker payudara, hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah mengecek payudara sendiri. Tapi, mungkin masih banyak dari Anda yang tidak tahu bagaimana caranya dan kapan waktu yang tepat.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kanker payudara seperti penyakit yang menghantui semua perempuan dan sebagian kecil pria yang mungkin sudah mengenali ada faktor risiko dari keluarganya. Ya, perlu diingat bahwa kanker payudara bisa terjadi pada laki-laki juga.

 BACA JUGA:

Tingkatkan Fungsi Otak hingga Sehatkan Kulit, 10 Manfaat Anggur Hitam

Nah, Dokter Spesialis Bedah Konsultasi Bedah Onkologi RS Pondok Indah - Pondok Indah dr. M. Yadi Permana, Sp.B (K) Onk menjelaskan bahwa perihal waktu yang paling baik untuk melakukan pengecekan payudara sendiri adalah 7 hari setelah menstruasi.

Hal ini bukan tanpa alasan. "Sebab, di 7 hari setelah menstruasi, hormon perempuan sudah lebih stabil dibandingkan saat mereka masih dalam masa menstruasi. Perlu Anda ketahui, perubahan payudara juga bisa disebabkan oleh menstruasi. Jadi, kalau melakukan pengecekan payudara saat menstruasi atau di bawah 7 hari setelah menatruasi, maka hasil pemeriksaan bisa "kabur"," papar dr. Yadi pada awak media di kawasan Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, bagi laki-laki yang ingin melakukan pemeriksaan payudara sendiri, biasanya kurang begitu bisa teraba dengan baik. Salah satu alasannya adalah karena payudara laki-laki kebanyakan kecil. Tapi, bagi Anda yang ingin mengecek, bisa dilakukan kapan pun!

Kemudian, bicara mengenai tata cara pengecekan payudara, dr. Yadi memaparkannya dengan jelas seperti ini:

"Yang mesti disadari sekarang itu masyarakat tidak hanya melakukan periksa payudara sendiri (SADARI) tetapi harus berubah konsep pemikirannya menjadi periksa payudara secara klinis (SADANIS). Sebab, dengan pemeriksaan media yang lebih lengkap, maka hasil diagnosis pun akan menjadi lebih spesifik dan akurat," ungkapnya.

Untuk pemeriksaan payudara sendiri, menurut dr. Yadi, yang bisa Anda lakukan adalah:

Anda bisa melakukan dengan berbagai posisi. Mulai dari berdiri dengan lengan di kedua sisi tubuh, lalu angkat lengan ke atas kepala. Lanjutkan dengan menekan kedua tangan di pinggang, setelah itu gerakkan kedua lengan dan siku ke depan sambil mengangkat bahu. Jika sudah, perhatikan bentuk perubahan yang terjadi;

- apakah terjadi perubahan pada bentuk dan ukuran payudara?

- apakah muncul cekungan di kulit?

- apakah terjadi perubahan bentuk puting?

- apakah timbul nyeri yang terus menerus di area payudara?

Atau, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan berbaring dan letakan sebuah bantal kecil di bawah bahu kanan. Letakan tangan kanan di bawah kepala.

- Gunakan ketiga jari tangan kiri untuk memeriksa seluruh payudara kanan termasuk daerah puting.

- Periksa mulai dari daerah ketiak, lalu daerah luar payudara dan melingkar hingga ke daerah puting.

- Perhatikan apakah muncul benjolan di payudara atau ketiak?

- Daerah yang terasa menebal di payudara terasa sekali?

- Kemudian, tekan puting dengan lembut untuk melihat adanya cairan atau darah yang keluar

 BACA JUGA:

10 Cara Atasi Perut Buncit, Nomor 1 Paling Joss Hilangkan Lemak

Sementara itu, untuk pemeriksaan klinis oleh dokter, yang bisa Anda lakukan adalah dengan pemeriksaan radiologi (Mammografi, USG Payudara, MRI, dan PET Scan). Tak hanya itu, pemeriksaan dengan tindakan biopsi pun bisa dilakukan untuk Anda yang khawatir dengan tindakan radiasi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini