Sering Sakit Migrain, Waspada Kena Penyakit Kardiovaskular di Kemudian Hari

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 02 481 1853940 sering-sakit-migrain-waspada-kena-penyakit-kardiovaskular-di-kemudian-hari-rZpzK1E7Ag.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

BILA Anda mengalami sakit kepala sebelah janganlah diabaikan, karena gangguan itu bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Ketika migrain, Anda akan mengalami penurunan konsentrasi dan merasa tidak nyaman beraktivitas. Rasa sakit kepala sebelah yang Anda alami tersebut sensasinya berbeda, karena ditambah tidak pekanya terhadap cahaya.

Penyakit ini bisa melemahkan organ tubuh yang lain, termasuk saraf dan jantung. Anda harus mencegah pemicu migrain daripa mengalami dampak fatal yang lainnya.

Para periset memiliki hubungan migrain dengan kesehatan kardiovaskular. Dikatakan bahwa orang-orang yang menderita migrain, mungkin berisiko tinggi mengalami serangan jantung, stroke, pembekuan darah dan denyut jantung yang tidak teratur.

Namun, sekira satu miliar orang di seluruh dunia terkena migrain yang sering diabaikan. Padahal dampaknya cukup besar dengan kualitas hidup dan ada beban yang lainnya.

Banyak temuan yang menunjukkan, migrain dianggap sebagai faktor risiko yang kuat yang memicu penyakit kardiovaskular pada pria dan wanita di kemudian hari. Fatalnya, tidak banyak orang yang bisa mencegah terjadinya penyakit ini, palagi di usia muda.

"Migrain kaitannya dengan sistem saraf dan arteri jantung," ujar Periset dari Aarhus University Hospital, Denmark dan Stanford University, Amerika Serikat.

Selain itu, hubungan migrain dengan risiko penyakit kardiovaskular dapat dikaitkan dengan peningkatan penggunaan obat anti-inflamasi. Karena obat tersebut sejatinya dapat meredakan sakit kepala yang dialami oleh seorang pasien.

Obat anti-inflamasi dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah jantung. Sementara imobilisasi yang terkait dengan serangan migrain mungkin berada di balik peningkatan risiko gumpalan darah.

Adapun pedomannya saat ini tidak merekomendasikan penggunaan obat anti-inflamasi, seperti aspirin untuk mengobati migrain. Namun, ada juga pertimbangan yang lainnya terkait obat anti-koagulan.

"Ada pertimbangan apakah pasien yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung akan mendapat manfaat dari perawatan anti-koagulan", kata periset tersebut.

Untuk penelitian ini, tim membandingkan data dari lebih dari 51.000 orang Denmark. Mereka telah didiagnosis menderita migrain, dengan lebih dari 510.000 orang Denmark yang bebas migrain selama periode 19 tahun, dari tahun 1995-2013.

Sementara hubungan antara migrain, stroke dan serangan jantung, sebelumnya telah ditemukan. Penelitian baru menunjukkan, migrain juga secara positif terkait dengan bekuan darah dan denyut jantung yang tidak teratur.

Sebagai contoh, untuk setiap 1.000 pasien, 25 pasien di antaranya menderita migrain dan mengalami serangan jantung. Itu dibandingkan dengan 17 pasien bebas migrain. Sedangkan 45 pasien migrain memiliki stroke iskemik atau bekuan darah di otak, dibandingkan dengan 25 pasien bebas migrain. Demikian dilansir Zeenews, Jumat (2/2/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini