Image

Jadi Kota Layak Anak di Tahun 2030, Perkantoran di Indonesia Harus Ramah Anak

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 03 Februari 2018 17:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 03 196 1854283 jadi-kota-layak-anak-di-tahun-2030-perkantoran-di-indonesia-harus-ramah-anak-yijm009msO.jpg Ruang menyusui (Foto: Coroflot)

SALAH satu indikator keberhasilan kota layak anak di Indonesia yakni butuh peran dunia usaha. Padahal hal ini juga bisa membuat tumbuh kembang anak tidak terganggu, tapi sayang masih diabaikan.

Sebuah perusahaan yang layak anak sebenarnya harus menyediakan fasilitas dan peraturan tertentu dalam bentuk kompensasi. Bukan untuk anaknya langsung, tapi peraturan tersebut berlaku untuk sang ibu, sebagai perempuan yang mengasuh anaknya.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra Leny Nurhayanti Rosalin mengatakan, selain pemerintah dan masyarakat, peran dunia usaha juga menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak. Banyak sekali badan usaha yang berinteraksi dengan anak tanpa disadari.

"Dunia usaha juga harus mendukung Kota Layak Anak. Peranan mereka ada dampak langsung pada anak," ujar Lenny saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Misalnya saat ikut ibunya bekerja di kantor sesekali, kondisinya harus ramah anak. Juga dengan peraturan khusus ibu yang baru melahirkan, harus dapat cuti sesuai peraturan.

Perusahaan yang dianggap bersahabat dengan anak, menurut Leny, harus menyediakan tempat khusus. Seperti adanya ruang ASI atau ada ruang kecil untuk bermain agar tidak mengganggu pekerjaan ibunya.

Anak setidaknya harus dibuat nyaman saat berada di manapun. Hal ini akan memberikan dampak baik pada mereka, baik langsung atau tidak.

"Makanya sebuah perusahaan sangat penting mendukung perusahaan untuk menjadi layak anak. Paling tidak harus mempunyai policy, product dan program yang ramah terhadap anak," tambahnya.

Begitupun, dunia usaha yang menyediakan produk yang layak untuk anak. Harus benar-benar dijamin aman dan uji kelayakannya lolos dari segi manapun.

Atau sebuah perusahaan yang bergerak di dunia anak, yang menyediakan jasa tempat bermain. Misalnya, saat anak main ke mal alias pusat perbelanjaan, harus ramah anak dan aman mereka kunjungi.

"Dunia usaha sampai tahun 2030 kita dorong agar mendukung indikator program Kota Layak Anak yang kita bangun dari sekarang," tutup Leny.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini