Misteri Belum Terungkap, Bentuk Puncak Candi Borobudur Jadi Perdebatan

krjogja.com, Jurnalis · Sabtu 03 Februari 2018 16:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 03 406 1854210 misteri-belum-terungkap-bentuk-puncak-candi-borobudur-jadi-perdebatan-v1PNSiraIN.jpg Candi Borobudur (Foto: Lonelyplanet)

BENTUK puncak dari Candi Borobudur yang ada di Magelang Jawa Tengah sampai saat ini masih menjadi pertanyaan. Ini berkaitan dengan keberadaan struktur chattra atau patung yang kemungkinan besar terletak di atas stupa induk. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta agar chattra dapat dipasang kembali.

Keberadaan chatrra ini pernah disusun coba oleh Van Erp di masa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1907-1911. Karena dianggap tidak dapat dipertanggungjawabkan keasliannya, maka dibongkar sendiri oleh Van Erp. Saat ini komponen-komponen dari chattra susun tiga tersimpan di Balai Konservasi Borobudur. Bentuk asli dari chattra itu sendiri juga masih menjadi bahan perdebatan.

Disisi lain ada desakan dari umat Budha untuk segera mengembalikan chattra ke tempatnya. Karena diibaratkan sebagai gelombang elektromagnetik yang menghubungkan doa makhluk dengan Tuhannya.

"Mendikbud mentargetkan chattra harus bisa kembali terpasang pada tanggal 2 Mei 2018. Untuk itu, koordinasi dengan tim ahli hingga akademisi terus dilakukan guna menentukan apakah memang chattra bisa kembali terpasang atau tidak," kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Harry Widianto dalam Forum Group Diskusi (FGD) Pemasangan Kembali chattra pada Stupa Induk Candi Borobudur di Hotel Alana, Jumat (2/2/2018).

Menurutnya, dengan pemasangan chattra itu akan merubah situasi. Baik masyarakat awam, akademisi dan umat Budha harus siap melihat perubahan Candi Borobudur. "Ini juga menjadi tantangan. Harus ada kajian yang benar-benar kuat dan bisa dipertanggungjawabkan sebelum diputuskan apakah chattra akan dipasang kembali atau tidak," urainya.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Tri Hartono menuturkan, sebuah stupa itu terdiri dari beberapa struktur. Mulai dari bawah yang berbentuk melingkar, tengah kotak dan atas chattra. Disisi lain untuk puncak dari Candi Borobudur sendiri juga masih menjadi perdebatan.

Saat dilakukan penelitian, ternyata komponen asli dari chattra hanya tersisa 20 persen saja. Berdasarkan catatan yang ada itulah disimpulkan kalau chattra belum layak dipugar. Sebuah chattra itu terdiri dari 15 lapis. Dan saat ini ada 7 lapis yang tidak bisa ditemukan.

"Disisi lain Candi Borobudur ini dilindungi oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Disebutkan setiap proses pelestarian harus ada kajian. Dari kajian akan bisa disimpulkan apakah sebuah cagar budaya itu bisa dipugar atau tidak," ujarnya.

Jika dipaksakan dipasang dan ternyata terjadi kerusakan, maka ancaman undang-undang sudah mengintai. Termasuk bagi pekerja yang paham tentang arkeologi sekalipun. Untuk itu harus hati-hati.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini