nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Viostin DS, 3 Produk Ini Juga Sempat Bikin Heboh karena Mengandung Babi

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 06 Februari 2018 16:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 06 481 1855464 selain-viostin-ds-3-produk-ini-juga-sempat-bikin-heboh-karena-mengandung-babi-lAw0nv3Ysk.jpg Ilustrasi (Foto: Samanthawxlow)

PRODUK pangan yang mengandung babi alias haram selalu menghebohkan masyarakat Indonesia. Banyak temuan produk pangan impor tanpa diketahui status kehalalannya yang sontak membuat banyak penggunanya kaget.

Pekan lalu, masyarakat lagi-lagi dihebohkan dengan temuan produk suplemen dan obat mengandung babi dengan merk Viostin DS dan Enzyplex. Produk tersebut digadang-gadang laku keras di pasaran, terutama dari kalangan masyarakat Muslim.

Kedua produk itu berdasarkan uji laboratorium BPOM RI, mengandung DNA babi yang mana genetiknya hampir serupa dengan manusia. Jadilah, produsen merugikan masyarakat yang kemudian produk tersebut tidak boleh lagi dijual.

Di samping itu, masih ada lagi produk pangan lain yang tidak halal muncul beberapa tahun belakangan. Masyarakat dihebohkan sebentar dengan temuan kasus-kasus seperti itu. Kira-kira produk apa saja yang dimaksud? Simak ulasannya berikut ini yang dirangkum Okezone, Selasa (6/2/2018).

Bumbu penyedap Ajinomoto

Masyarakat pernah digegerkan dengan produk penguat rasa merk Ajinomoto yang mengandung enzim babi. Klarifikasi dari berbagai pihak pun langsung diperjelas pada waktu itu. Sekira 18 tahun lalu kejadian itu terungkap setelah melewati tahap uji sample dari pemerintah dan pihak terkait.

YLKI menganggap bahwa produsen bumbu penyedap itu merugikan masyarakat. Produk favorit ibu-ibu itu pun akhirnya ditarik dari pasaran. Tapi akhirnya karena tak mau rugi, akhirnya PT Ajinomoto mengganti bahan baku yang didapatkan dari produsen impor langsung dari Jepang. Setelah mencuat kasus itu, penyedap makanan yang diandalkan untuk memasak itu mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI.

Stik cokelat Pocky

Sempat pula masyarakat khawatir dengan peredaran makanan ringan stik cokelat dengan merk Pocky. Brand produk dari Jepang ini juga diklaim haram, karena tidak tercantum logo halal dari LPPOM MUI. Namun yang perlu dicatat, produk camilan favorit banyak kalangan yang sempat digegerkan yakni asli dari Negeri Sakura.

Klarifikasinya karena di label makanan tersebut tertulis lard (lemak babi) yang jelas tidak halal. Karena tak mau rugi, pihak produsen yang bermarkas di Indonesia pun menjelaskan kebenarannya. Mereka segera mengurus sertifikasi halal di LPPOM MUI. Namun demikian, konsumen produk ini hingga sekarang masih dicari oleh masyarakat Indonesia, terutama bagian kalangan remaja dan anak-anak.

Mi instan Samyang

Tahun lalu, masyarakat juga digegerkan dengan kabar bahwa mi instan dari Korea merk Samyang mengandung babi. Perkiraan awalnya yakni karena tidak tercantumnya logo halal di bungkus mi. Akhirnya, beberapa ahli menguji kandungan dari mi super pedas itu.

BPOM RI pun angkat bicara dengan mencuatnya kabar tersebut. Rupanya tidak semua merk Samyang halal dijual di toko retail di Indonesia. Ada beberapa merk yang juga digemari masyarakat, antara lain Samyang, Nongchim, dan Ottogi. BPOM RI menguji kebenarannya bahwa mi instan tersebut mengandung DNA babi. Jadilah masyarakat diminta untuk waspada sebelum membelinya di supermarket, karena tingkat pengawasan produk saat itu tergolong lemah.

(hel)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini