Kanker Paru Bisa Menyerang Anak, Ini yang Harus Diwaspadai!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 06 Februari 2018 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 06 481 1855468 kanker-paru-bisa-menyerang-anak-ini-yang-harus-diwaspadai-xgIlYwamea.jpg Ilustrasi (Foto: Momjunction)

MENDENGAR kata kanker mungkin akan membuat Anda merasa takut. Banyak dari masyarakat kita yang meyakini bahwa penyakit itu sangat mematikan. Pengobatan yang panjang dengan dampak yang kurang baik ke tubuh menjadi sesuatu yang dikhawatirkan masyarakat.

Padahal, sekarang ini di mana teknologi sudah semakin baik dan maju, pengobatan kanker semakin baik dan bisa memperpanjang harapan hidup. Jadi, sekalipun Anda didiagnosis kanker, jangan putus asa dan tetap melakukan pengobatan yang tepat adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengobati masalah ini.

Bicara mengenai kanker, jenis dari penyakit ini diketahui sangat banyak sekali. Tapi, yang paling banyak diderita oleh seluruh masyarakat dunia adalah kanker paru-paru. Berdasar data yang diperoleh dari studi Globocan International Agency for Research on Cancer (IARC), diketahui bahwa terdapat 14,1 juta kasus baru kanker paru-paru dengan jumlah kematian sebesar 8,2 juta.

Lebih lanjut lagi, studi ini juga menemukan bahwa penyakit kanker paru-paru merupakan penyebab kematian utama pasien kanker laki-laki dengan persentase sekitar 30%, dan untuk perempuan angkanya di kisaran 11,1 %.

Melirik dari data ini, tentunya Anda perlu melakukan pengawasan yang ketat terhadap diri Anda sendiri. Khususnya pada faktor risiko dari masalah ini. Di mana, faktor risiko paling tinggi adalah rokok dan asap rokoknya. Kemudian, faktor usia juga menjadi hal penting pada penyakit ini. Sebab, mereka yang sudah terpapar asap rokok sejak kecil, tubuhnya memiliki kesempatan untuk ditumbuhi sel kanker paru-paru.

Berdasar data yang dijelaskan Dokter Spesialis Paru Konsultan Rumah Sakit Persahabatan dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P (K), mereka yang berusia di atas 40 tahun dan memiliki kebiasaan merokok lebih dari 30 tahun memiliki risiko penyakit ini.

Tapi, tidak menutup kemungkinan anak-anak juga mengalami kasus ini. “Kita tidak bisa menutup mata, sudah banyak anak-anak yang menjadi perokok aktif atau mereka menjadi perokok pasif di keluarga sejak bayi dan itu memungkinkan mereka terserang kanker paru,” terangnya pada awak media saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Dr. Elisna melanjutkan, ada beberapa faktor yang memungkinkan si anak bisa terkena penyakit kanker paru dimana kasus terbesarnya terjadi di usia lanjut. Salah satunya adalah lingkungan sehari-hari yang terpapar asap rokok atau mungkin saja si anak sudah menjajal rokok.

“Saya punya pasien kanker paru berusia 13 tahun asal Jakarta. Di usia itu, dia sudah mengidap kanker dan itu adalah sesuatu yang perlu diwaspadai oleh keluarga lainnya,” tambah dr. Elisna.

Perlu Anda ketahui, berdasar standar medisnya, sel kanker paru bisa terdeteksi di dalam tubuh manusia setelah 10 tahun terpapar penyebab masalah. Jadi, dalam waktu 10 tahun, sel kanker bersembunyi dan ketika sudah 10 tahun berlalu setelah paparan penyebab, maka pasien dinyatakan sebagai penderita kanker.

Dan sangat memungkinkan, pasien yang berusia 13 tahun itu sudah terbiasa menghirup asap rokok sejak usianya 3 tahun. Dan itu menjadi sangat buruk karena kanker paru sudah terdeteksi di usia 13 tahun di mana pertumbuhan anak masih berlangsung dan tentunya itu akan menghambat kehidupan si anak.

Yang mesti diwasapadai adalah tentunya penggunaan rokok di dalam rumah. Sebisa mungkin untuk berhenti merokok, karena bukan hanya Anda yang sengsara, tetapi juga orang lain yang mungkin saja itu orang yang paling Anda sayangi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini