nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

YLKI Tuntut Apotek Penjual Obat Palsu Ditutup

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 06 Februari 2018 17:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 06 481 1855601 ylki-tuntut-apotek-penjual-obat-palsu-ditutup-RPvhpBzg8M.jpg

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara meminta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Medan menindak dan memproses secara hukum apotek "IF" di daerah Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang yang menjual obat antibiotik palsu.

"Apotek yang melakukan pelanggaran cukup berat itu, tidak boleh dibiarkan dan pemiliknya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang merugikan konsumen," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik, di Medan, Selasa.

Apalagi, menurut dia, obat palsu clorampencicol tersebut jika dikonsumsi oleh warga sangat membahayakan kesehatan dan bisa merusak ginjal, serta menimbulkan kematian.

"Obat clorampenicol merupakan obat tifus yang sudah lama tidak diproduksi lagi, namun saat ini masih beredar dan diperjualbelikan secara bebas kepada masyarakat," ujar Abubakar.

Ia mengatakan, petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan dan Dinas Kesehatan harus secepatnya turun tangan menarik peredaran obat ilegal yang kemungkinan banyak dijual di apotek mau pun distributor obat lainnya.

Peredaran obat antibiotik palsu tersebut, saat ini semakin merajalela dan secepatnya diantisipasi. "Dinas Kesehatan Kota Medan bekerja sama dengan instansi terkait lainnya, segera melakukan penertiban peredaran obat palsu tersebut," ucapnya.

Abubakar mengatakan, apotek yang terbukti menjual obat bermasalah itu, harus ditutup dan dicabut izinnya oleh Dinas Kesehatan Kota Medan.

Sebagian masyarakat sangat meminati obat palsu itu, karena harganya relatif murah bila dibandingkan dengan obat yang asli. Namun, masyarakat juga tidak menyadari bahwa penggunaan obat palsu itu dapat berdampak buruk terhadap warga yang menggunakannya.

"Masyarakat diharapkan harus selektif dalam membeli obat yang dijual di apotek dan toko obat lainnya, serta bila perlu ditanyakan ke Dinas Kesehatan," kata Ketua YLKI Sumut itu.

(Baca Juga: Jadi Biang Kerok Obat Palsu, Permenkes Apotek Rakyat Akan Dicabut)

Sebelumnya, BBPOM Medan membongkar peredaran obat antibiotik palsu dan menyita 1.748 butir clorampenicol di salah satu apotek "IF" di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Kepala BBPOM Medan, Sacramento Tarigan, di Medan, Kamis (1/2) mengatakan penggerebekan penjualan obat palsu tersebut, merupakan hasil laporan yang disampaikan masyarakat.

(Baca Juga: BPOM Akui Kewalahan Berantas Peredaran Obat Ilegal)

"Pembuat dan pengedar obat ilegal tersebut, bisa dikenakan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, sesuai dengan ketentuan Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan," kata Sacramento.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini