Bunda! Pahami Efek Pascaimunisasi, Demam dan Bengkak Itu Biasa

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 00:48 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 08 481 1856355 bunda-pahami-efek-pascaimunisasi-demam-dan-bengkak-itu-biasa-miei4ZKUjs.jpg

ORANGTUA harus memahami efek pascaimunisasi yang terjadi pada anak sebelum melakukan vaksinasi guna mencegah kecemasan dan salah pemahaman.

Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dr Arifianto Sp.A. mengatakan, seharusnya sebelum divaksinasi orangtua diberi informai terlebih dulu tentang vaksin dan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). “Agar tidak menimbulkan kekhawatiran," ujar Arifianto di Cirebon, Rabu (7/2/2018).

Dia menyatakan ada baiknya petugas yang memberikan vaksin menginformasikan mengenai KIPI, termasuk kategori KIPI ringan dan berat yang mungkin terjadi pada anak pascaimunisasi.

"Demam, bengkak di tempat suntik itu KIPI ringan, tapi itu hal yang wajar," kata Arifianto. Sementara kategori KIPI berat ialah yang menimbulkan efek kejang, pingsan, perawatan, atau hingga meninggal.

"KIPI berat setelah imunisasi masuk ICU lalu meninggal, itu ada. Tapi kasusnya sangat langka, satu banding satu juta," kata Arifianto mengacu pada kasus KIPI di luar negeri.

Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinis Bio Farma Novilia Sjafri Bachtiar mengatakan perusahaan produsen vaksin di Indonesia tersebut tetap memantau produk vaksin saat dilakukan imunisasi apabila terjadi KIPI.

Bio Farma menerima laporan KIPI dari tempat pelayanan imunisasi dan masyarakat untuk selanjutnya diteruskan pada Komnas KIPI dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk dilakukan investigasi.

Novilia menyebutkan mayoritas KIPI yang terjadi ialah KIPI ringan. Namun untuk beberapa kasus KIPI yang menyebabkan sakit disebabkan karena adanya faktor lain seperti riwayat penyakit atau alergi pada anak yang diimunisasi.

Hingga saat ini, ujar dia, belum pernah ada kasus KIPI yang disebabkan oleh kualitas vaksin Bio Farma.

(Baca Juga: Kenali Lama Waktu Anak Demam Usai Imunisasi)

Menurut dia, kasus kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang paling banyak terjadi di masyarakat diakibatkan faktor kebetulan yang disebabkan oleh riwayat kesehatan.

"Paling banyak KIPI terjadi karena faktor kebetulan. Misal, anak yang sedang dalam masa inkubasi penyakit tertentu, lalu dia vaksinasi, atau ada faktor lain," kata Novilia.

KIPI yang terjadi dengan faktor kebetulan juga bisa disebabkan dengan riwayat penyakit atau adanya alergi pada orang tertentu yang divaksinasi sehingga menimbulkan efek samping.

(Baca Juga: Catat! Ini Daftar Vaksin Wajib untuk Anak)

Novilia kembali menegaskan sampai saat ini tidak ada laporan kasus KIPI serius yang disebabkan oleh kualitas vaksin produksi Bio Farma. Kategori KIPI serius ialah yang bisa menyebabkan kejang-kejang, pingsan, perawatan intensif hingga kematian.

"Sampai saat ini belum pernah ada KIPI yang berhubungan dengan kualitas vaksin. Hanya terjadi pada individu yang sensitif terhadap vaksin," kata Novilia.

Dia menjelaskan tugas Bio Farma tidak hanya memproduksi dan mendistribusikan vaksin, namun juga tetap memantau keamanan produk apabila menimbulkan suatu kejadian ikutan pascaimunisasi.

Pemantauan tersebut dengan sistem farmakovigilan dengan menerima laporan KIPI dan mengevaluasi serta mengkaji kembali pada kasus-kasus tersebut.

Namun Novilia menekankan, Bio Farma juga melakukan sistem farmakovigilan pada produk-produknya yang diekspor ke berbagai negara di dunia. Laporan dari negara-negara yang menjadi pasar produk Bio Farma juga tidak ada KIPI serius yang diakibatkan oleh kualitas vaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini