nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlambat Sadari Kontraksi, Seorang Ibu Hamil Melahirkan di Koridor Rumah Sakit

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 19:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 08 481 1856777 terlambat-sadari-kontraksi-seorang-ibu-hamil-melahirkan-di-koridor-rumah-sakit-zOdfsB8GRm.jpg Haga terlambat sadar kontraksi hingga melahirkan di koridor rumah sakit (Foto: Mirror)

BEBERAPA waktu lalu, seseorang telah mengunggah momen yang mendebarkan di mana seorang ibu melahirkan di koridor rumah sakit. Kejadian ini tidak jauh berbeda dengan kisah ibu yang melahirkan di mobil sebelum mencapai rumah sakit. Lantas bagaimana kronologi dari kejadian ini?

Melansir Mirror, Kamis (8/2/2018), ibu bernama Hagan itu sebenarnya sudah merasakan kontraksi beberapa hari sebelum melahirkan. Akan tetapi, ia berpikir jikalau kontraksi itu bukan pertanda untuk melahirkan. Namun suatu ketika ia tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena merasakan kontraksi hebat. Selain itu, perempuan asal Manhattan tersebut juga merasakan air ketubannya pecah.

Hagan segera membangunkan suaminya untuk mengantar ke rumah sakit. Meskipun kejadiannya di dini hari, saat mengemudikan mobil suaminya seakan menjadi seorang pembalap. Travis, nama suami Hagan, terpaksa menerobos dua lampu lalu lintas karena merasa panik. Sesampainya di rumah sakit, Hagan pun langsung berlari masuk.

Ibu dari enam orang anak itu berhasil melewati pintu utama gedung dan pintu otomatis kedua. Hanya saja ketika berada di koridor Hagan merasa anaknya akan segera keluar. “Saya kemudian mulai melepas celana. Saya bisa merasakan ada dorongan di dalam tubuh untuk mengeluarkan kepala bayi. Saya juga mengulurkan tangan dan bisa merasakan kepalanya,” ungkap Hagan.

Menyadari hal itu, Hagan meminta suaminya untuk bersiap menangkap bayi mereka. Sebagai suami siaga, Travis melakukannya tanpa ragu. Proses kelahiran itu hanya memakan waktu 25 menit setelah air ketuban pecah. Bayi yang diberi nama Maxwell itu kemudian lahir pukul 03.38 waktu setempat dengan berat 2,9 kg. Lantaran dilahirkan di koridor, ada bagian tubuh dari bayi tersebut yang mengalami memar. “Tapi bayinya sangat sehat dan sempurna,” tambah Hagan.

Perempuan itu pun sangat menghargai peran besar dari suaminya. "Travis benar-benar pahlawan dan saya tidak bisa berkata-kata. Tapi yang jelas saya bersyukur memilikinya karena ia bisa membuat saya tenang, aman, dan selalu merawat kami dengan baik. Dia adalah ayah dan suami yang terhebat,” ungkap Hagan.

Selain suaminya, Hagan juga bersyukur karena fotografer kehamilannya berhasil menangkap momen ketika ia melahirkan di koridor rumah sakit. “Kehadiran fotografer pada saat saya melahirkan adalah sesuatu yang akan selalu saya syukuri dan tidak akan pernah saya lupakan. Jika bukan karena dia, saya yakin tidak akan memiliki dokumentasi tentang kelahiran luar biasa itu,” pungkas Hagan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini