nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Hiraukan Larangan Pemerintah, Restoran di Pyeongchang Nekat Jual Makanan dari Daging Anjing

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 19:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 09 298 1857277 tak-hiraukan-larangan-pemerintah-restoran-di-pyeongchang-nekat-jual-makanan-dari-daging-anjing-L8qj6pvmnz.jpg Ilustrasi (Foto: Foxnews)

SEPERTI yang telah kita tahu, bahwa gelaran Olimpiade musim dingin atau Winter Olympics sedang dilaksanakan di Korea Selatan. Di mana event olahraga berskala dunia ini, tidak hanya menjadi sorotan dengan sederet perlombaan yang digelar. Akan tetapi juga terkait dengan restoran-restoran yang berada di area sekitar lokasi.

Bagaimana tidak, pasalnya restoran-restoran yang berada di area Pyeongchang diketahui menjual sajian daging hewan anjing. Seperti yang diketahui hidangan daging anjing sendiri masih menjadi kontroversi.

Disebutkan, pihak pemerintah Korea Selatan sendiri sudah memberikan perintah kepada 12 restoran yang diketahui menjual hidangan daging anjing di area tersebut untuk tidak lagi menjual sajian daging anjing selama event pertandingan ini berlangsung. Namun, dari 12 restoran tersebut, sebagaimana dilansir Foxnews, Jumat (9/2/2018) diketahui hanya dua restoran yang benar-benar telah mematuhi perintah dari pihak pemerintah setempat yang menawari subsidi imbalan, artinya dengan kata lain restoran lainnya tetap hadir dengan hidangan daging anjing.

 

Mengonsumsi daging anjing sebagai makanan, sebenarnya adalah hal yang biasa dan legal di Korea Selatan dan di banyak tempat lainnya di Asia , walaupun banyak aktivis yang secara vokal menyuarakan penolakan dan perlawanan terhadap konsumsi daging anjing.

Namun, seperti laporan USA Today, nyatanya hidangan daging anjing atau biasa disebut 'gaegogi' ini sendiri hadir di ribuan restoran di penjuru Korea Selatan, di mana hidangan ini biasanya dimakan oleh orang-orang yang sudah cukup berumur dengan keyakinan akan mendatangkan manfaat untuk kesehatan karena dianggap sebagai obat.

Pihak pemerintah setempat, sebagai salah satu upaya dalam menggelar event Olimpiade ini, salah satunya dengan banyak masuknya pengunjung yang datang ke area ini. Diketahui, para pejabat berwenang di Pyeongchang telah menghabiskan jutaan dolar untuk menghadirkan fasilitas yang lebih "Western" di wilayah tersebut. Ini termasuk menyediakan menu bahasa asing di restoran dan toilet, dapur dan ruang makan, selain tentunya meminta pihak restoran setempat untuk berhenti menyajikan daging anjing.

Namun, sayangnya meski didesak oleh pemerintah daerah, banyak pemilik usaha merasa tidak berkewajiban harus mengubah menu mereka hanya agar bisa untuk menampung pengunjung asing. Seperti salah satunya, Park Young Ae dari Young Hoon Restaurant yang lokasinya dekat dengan lokasi acara.

"Aku telah menjual hidangan daging anjing selama satu dekade. Sangat sulit rasanya untuk aku mengubah menu-menu di restoran ku hanya karena adanya Olimpiade," ungkap Park Young Ae.

Selain itu, Young Ae juga mengatakan, pemerintah tidak akan memberikan bantuan kepadanya untuk memperbaiki restorannya kecuali jika dia berhenti menjual hidangan daging anjingnya. Menurut Young Ae, pejabat pemerintah mengatakan kepadanya, hal ini karena adanya kecederungan stereotip dari orang tentang hidangan lokal. Ia juga menyebutkan, bahwa ia harus merogoh uang dari koceknya pribadi sebanyak kurang lebih USD6000 atau sekira Rp81,7 juta untuk membeli meja, lantai dan wallpaper baru.

 

Sementara itu, mengeluarkan perintah kepada restoran setempat untuk tidak menyajikan hidangan daging anjing ini, pihak pemerintah setempat pun mengaku pihak mereka sendiri banyak mendapatkan protes dari para pihak restoran.

"Kami sudah menghadapi banyak keluhan dari operator restoran bahwa kami mengancam sumber penghidupan mereka," ujar pejabat pemerintah Kabupaten Pyeongchang , Lee Yong-bae kepada AFP.

Menurut laporan dari Channel News Asia, disebutkan beberapa restoran awalnya mau beralih dengan menjual hidangan daging babi saja, namun akhirnya kembali lagi menjual hidangan daging anjing karena mengalami penurunan penjualan yang tajam.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini