Share

Kematian Robin Williams Berpengaruh Besar pada Peningkatan Kasus Bunuh Diri di Amerika Serikat

Widya Marchellin, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 20:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 09 481 1857286 kematian-robin-williams-berpengaruh-besar-pada-peningkatan-kasus-bunuh-diri-di-amerika-serikat-3wf6dxOwqt.jpg Robin Williams (Foto: Thetelegraph)

TERNYATA meninggalnya aktor Robin Williams pada 2014 membuat angka bunuh diri di Amerika Serikat meningkat sampai 10 persen. Terutama dikalangan pria, dan mereka mengakhiri hidup dengan meniru cara Williams, yaitu dengan mati lemas.

Berkaitan dengan hal tersebut studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLOS One, menemukan dalam lima bulan dari Agustus-Desember 2014, tercatat 18.690 kasus bunuh diri. Naik 9,85 persen dari jumlah kasus yang diperkirakan sebelumnya untuk periode tersebut.

Aktor komedi Williams, pemenang Oscar dalam film "Good Morning Vietnam," mengejutkan para penggemarnya ketika meninggal dengan cara bunuh diri pada Agustus 2014 diusia 63 tahun. Para pihak berwenang mengatakan Williams meninggal akibat asfiksia atau mati lemas, setelah gantung diri di kediamannya di California. Hasil otopsi menunjukkan Williams menderita demensia, yang mengakibatkan penurunan kemampuan mental secara progresif.

 BACA JUGA:

10 Fakta Anemia yang Perlu Anda Tahu

Kasus bunuh diri menyusul kematian Williams naik sebanyak 12.9 persen pada pria usia 30-44 dan studi menemukan kenaikan sebanyak 32 persen dalam kasus kematian akibat mati lemas.

Meski studi tidak bisa membuktikan kaitan yang pasti, menurut kajian tersebut tampaknya ada hubungan antara keduanya. Pemberitaan media luas mengenai kematian Williams mungkin terbukti menjadi pencetus bagi segmen populasi Amerika yang berisiko tinggi untuk mencoba bunuh diri.

David Fink dari Columbia University Mailman School of Public Health mengatakan peningkatan angka bunuh diri memang bukan hal yang aneh ketika artis terkenal terlibat. Namun yang membuat hasil studi cukup mengejutkan adalah angkanya yang di luar perkiraan. Menurut David,

"Ketika orang-orang menyadari apa yang terjadi pada Williams, mereka mungkin merasa senasib. Mereka jadi mendapatkan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dilakukan,"

"Saat itu lah media turut berperan. Semakin banyak orang mengetahui detail kematiannya, maka akan semakin banyak pula orang yang merasa senasib dengannya," lanjut David.

 BACA JUGA:

Sering Pusing Setelah Makan Manis? Penjelasannya Menurut Ahli

Peneliti mengatakan memang masih ada hal selain kematian Williams yang bisa mendorong mengapa angka bunuh diri pada periode tersebut meningkat. Namun kemungkinannya 'kecil'.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini