Meski Tampilan seperti 'Minuman Sampah', Ini Khasiat Minum Wedang Uwuh!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 09 481 1857302 meski-tampilan-seperti-minuman-sampah-ini-khasiat-minum-wedang-uwuh-G04O3Y23qW.jpg Wedang Uwuh (Foto: @mjsetiabudi/Instagram)

MASYARAKAT Yogyakarta pasti tidak asing dengan minuman satu ini, wedang uwuh. Minuman yang nikmat diseruput di kala matahari terbit ini menawarkan rasa yang khas di mulut dan tentunya menjadi teman yang setia di pagi hari.

Bicara mengani minuman yang satu ini, Anda mungkin akan kaget pertama kali melihat penampakan minuman ini. Bagaimana tidak, dalam satu cangkir yang cukup besar, Anda akan melihat banyak potongan-potongan batang atau rempah-rempah yang dimasukkan semuanya ke dalam cangkir Anda.

Tenang! Itu bukan sesuatu yang salah, malah di situlah ciri khasnya. Wedang uwuh adalah minuman “sampah” yang tidak bisa dianggap remeh. Sampah di sini bukan sampah dalam definisi yang sesungguhnya, ya. Sampah di sini bermakna semua bahan seperti dimasukkan ke dalam minuman ini dan terlihat sangat “kotor”.

Padahal sebetulnya, “sampah” itu sesuatu yang bisa membuat Anda menjadi lebih sehat. Sebab, “sampah” itu berisikan jahe, kayu secang, bunga cengkeh, batang cengkeh, daun cengkeh, kayu manis, daun kayu manis, pala, daun pala, akar sereh, daun sereh, kapulaga, dan gula batu. Terbayang kan sebegitu banyaknya bahan yang digunakan untuk minuman ini.

Menelisik lebih jauh tentang minuman ini, dalam Bahasa Jawa, wedang berarti minuman. Sedangkan, untuk kata uwuh sendiri itu artinya sampah. Makanya, tidak heran kalau akhirnya minuman ini dijuluki sebagai minuman sampah. Tapi, sekali lagi, sampah di sini tidak berkonotasi jorok, ya.

Berdasar sumber yang diperoleh Okezone, minuman ini paling nikmat jika diminum saat panas atau hangat, karena di kondisi itu, biasanya wedang uwuh masih mengeluarkan rasa manis dan pedas sekaligus. Sesuatu yang jarang Anda bisa rasakan di minuman lain pastinya.

Untuk penampilannya sendiri, wedang uwuh biasanya berwarna merah. Jangan panik, warna tersebut keluar secara alamiah karena proses larut secang di dalam air. Nah, untuk rasa pedasnya sendiri, itu dihasilkan dari larutan jahe. Wedang uwuh ini menjadi minuman khas masyarakat Yogyakarta.

Perlu Anda ketahui, di zaman dulu, minuman ini benar-benar harus diracik sendiri dan prosesnya memang panjang. Tapi, setelah berkembangnya teknologi, sekarang bagi Anda yang merasa ribet untuk membuat wedang uwuh, Anda bisa menikmatinya melalui wedang uwuh dalam kemasan!

Ya, wedang uwuh terus dikembangkan untuk lebih sederhana dan mudah dibuatnya. Namun, bicara rasa, baik yang dibuat alami maupun wedang uwuh yang diseduh secara instan, tidak jauh berbeda. Sensasi yang Anda tidak rasakan dari kemasan instan adalah sensasi meminum sampah itu sendiri!

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini