nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minuman Tercemar Darah Barista, Gerai Kopi Ternama Ini Dituntut Sebuah Keluarga

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 14:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 10 298 1857616 minuman-tercemar-darah-barista-gerai-kopi-ternama-ini-dituntut-sebuah-keluarga-xT7tjy58x5.jpg Ilustrasi (Foto: Cardiff)

MEMBELI kopi di kedai atau gerai kini seakan sudah menjadi tren di kalangan masyarakat. Bahkan tak hanya membeli seorang diri atau bersama teman, banyak juga keluarga yang meluangkan waktu untuk mendatangi tempat penjualan kopi dan menikmati minuman bersama-sama. Hal inilah yang sering dilakukan oleh keluarga Amanda Vice.

Beberapa waktu lalu, ia dan keluarganya mengunjungi gerai kopi ternama di San Bernardino, California yaitu Starbucks. Suami, anak, dan mertuanya membeli minuman favorit masing-masing. Akan tetapi keluarga tersebut tidak langsung meminumnya di tempat melainkan membawa kopi ke rumah.

 (Baca Juga: Awalnya Bernama Es Serut, Lalu Berubah Jadi Es Doger, Ini Kisahnya)

Sesampainya di rumah, ada kejadian tidak mengenakkan yang dialami oleh keluarga tersebut. Saat ibu mertuanya mengambil kopi miliknya, ia mencium bau darah. Amanda dan suaminya kemudian mengecek gelasnya dan menemukan noda berwarna merah di sisi salah satu gelas yang berbau seperti darah.

Mereka kemudian menyadari jika anak mereka yang berusia dua tahun telah meminum minuman dari cangkir lain yang juga memiliki noda serupa. Malah anak tersebut telah menjilati sisi gelas dan krim yang diyakini terkontaminasi. Amanda dan suaminya langsung memastikan apakah ada anggota keluarga mereka yang mengalami pendarahan.

“Setelah kami pastikan, tidak ada anggota keluarga kami yang mengalami pendarahan. Selanjutnya kami menghubungi Starbucks untuk memberi tahu mereka tentang apa yang telah terjadi,” ujar Amanda seperti yang dikutip dari Independent, Sabtu (10/2/2018).

Laporan itu mendapat tanggapan dari pihak gerai kopi dalam sebuah rilis berita. Mereka mengakui jika memang ada seorang karyawan yang mengalami pendarahan namun telah diamankan.

  (Baca Juga: 6 Minuman Tradisional yang Ampuh Usir Bau Badan)

Meski begitu, pihak keluarga Amanda tidak terima karena takut tercemar bakteri atau virus dari darah tersebut. Mereka pun melakukan tes darah untuk memastikan tidak ada satupun yang terkena terinfeksi. Keluarga Amanda juga meminta manajer gerai kopi untuk melakukan tes darah kepada karyawannya untuk mengetahui secara pasti apakah karyawan tersebut positif HIV atau penyakit lain.

Sayangnya, pihak Starbucks enggan melakukan tes darah melainkan malah menawarkan minuman gratis untuk keluarga selama seminggu. Tentu saja tawaran itu ditolak oleh pihak keluarga.

“Kami mengalami emosi yang ekstrem meliputi kesedihan, ketakutan, kegelisahan, kekhawatiran, kejutan, penghinaan, dan rasa malu," tulis pihak keluarga dalam rilis yang dikeluarkan oleh pengacara.

Beruntung hasil tes yang dilakukan menunjukkan jika keluarga Amanda tidak terinfeksi penyakit berbahaya apapun. Meski begitu, mereka bersikeras untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Sementara itu, untuk mengatasi masalah ini pihak Starbucks telah kembali menawarkan uang ganti rugi sebesar $ 1.000 atau setara dengan Rp13,6 juta kepada setiap anggota keluarga yang minumannya tercemar.

Dalam sebuah rilis lanjutan, pihak gerai kopi juga menyatakan jika mereka memastikan pelanggannya memiliki pengalaman yang baik dan kapan pun mereka tidak puas, mereka siap bekerja dengan tekun untuk memperbaikinya. Akan tetapi pihak gerai kopi merasa terkejut dengan tuduhan yang sebenarnya sudah terjadi dua tahun lalu itu.

"Kami telah menemui keluarga secara langsung untuk menemukan jalan keluar. Tuntutan hukum dan tuduhan yang ditulis dalam rilis adalah kejutan. Kami siap sepenuhnya untuk mengajukan kasus kami ke pengadilan dalam masalah ini,” tulis pihak Starbucks.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini