nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Wedang Ronde Minuman Khas China, Simak Ceritanya

Vessy Frizona, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 10 298 1857635 ternyata-wedang-ronde-minuman-khas-china-simak-ceritanya-4ZxOu1PK0x.jpg

SIAPA yang tak kenal wedang ronde? Minuman hangat dengan bola-bola di dalamnya ini mudah ditemukan di mana saja. Setiap malam, wedang ronde kerap mangkal di pasar dan pusat jajan kaki lima.

Minuman ini disajikan dalam keadaan hangat. Wedang ronde berasal dari kata wedang dan ronde. Kata wedang diamil dari Bahasa Jawa yang artinya jahe panas. Sebab kuah wedang ronde yang rasanya hangat dan manis memang dibuat dari air jahe campur gula aren. Sedangkan ronde merupakan toping kuah yang terbuat dari tepung ketan yang dicampur sedikit air, lalu dibentuk seperti bola.

Namun, siapa sangka minuman favorit orang Indonesia di kala musim hujan seperti sekarang ini ternyata aslinya bukan berasal dari tanah Jawa. Ya, meski namanya sangat khas dengan Bahasa Jawa, wedang ronde ternyata minuman asli China.

Ronde adalah minuman tadisional China. Di negeri asalnya, ini termasuk jenis makanan berkuah, seperti layaknya sup. Di China ronde memiliki nama asli Tangyuan. Masyarakat China biasa mengonsumsi tangyuan saat festival Yuanxiao atau festival Lampion atau Festival Dongzhi.

Ronde kerap menjadi sajian khusus di pesta pernikahan, acara keluarga, atau jika ada acara penting. Ronde sendiri yang merupakan bagian inti minuman bisa bentuk bulat dalam ukuran kecil maupun besar. Menurut catatan sejarah, tangyuan telah menjadi camilan populer di China semenjak Dinasti Sung.

Lalu, bagaimana Ronde bisa masuk ke Indonesia dan menjadi minuman favorit warga pribumi?

Ronde menjadi santapan yang tidak hanya ada di China, tetapi tersebar pula hingga ke Vietnam, Filipina, termasuk Indonesia. Di setiap wilayah penyebutannya pun berbeda-beda. Di Vietnam makanan jenis ini disebut chè xôi nước sedangjan di Filipina adalah Ginataang bilo-bilò.

(Baca Juga: Wedang Ronde Bisa Laris Manis di Azerbaijan)

Penduduk China yang menyebar ke berbagai belahan dunia membawa resep Ronde ke wilayah tempat mereka tinggal, salah satunya Indonesia. Sebagian warna China - Indonesia menjual ronde dengan menjajakannya di lapak kaki lima dengan menggunakan gerobak. Kemudian minuman hangat ini menjadi favorit warga pribumi.

Di daerah Jawa seperti Semarang dan Yogyakarta, wedang ronde terdiri dari air jahe juga bisa menggunakan gula kelapa yang diberi taburan kacang tanah goreng (tanpa kulit), potongan roti kolang-kaling, dan sebagainya.

Sementara di Pulau Bangka, tangyuan atau ronde dinamakan "siet yen". Tetap disajikan dengan kuah dari gula aren atau jahe tapi bola-bola ronde dibuat dari ketan atau ubi.

(Baca Juga: Resep Mudah Membuat Wedang Ronde, Si Teman Hangat Kala Hujan)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini