nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Spot Foto Keren Berbalut Hawa Segar di Lereng Gunung Arjuna

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 21:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 11 406 1858035 spot-foto-keren-berbalut-hawa-segar-di-lereng-gunung-arjuna-YJRQhPFuRy.jpg Spot Wisata yang keren Kota Batu (Foto:Aris)

 

BUAT Anda yang bosan dengan hiruk pikuk udara perkotaan barang kali tempat ini bisa menjadi alternatif untuk mengisi akhir pekan maupun liburan anda.

Letaknya yang berada di kaki Gunung Arjuna, Kota Batu, membuat tempat ini berhawa sejuk dan asri bebas dari polusi layaknya di perkotaan. Ya, Coban Talun menjadi satu dari berbagai wisata yang ditawarkan dari kota yang dijuluki Belanda, Swiss Van Java ini.

Berjarak sekitar 17 km ke arah utara dari pusat Kota Batu, membuat wisata air terjun ini menjadi salah satu alternatif tujuan berlibur bersama orang - orang terdekat. Meski wisata utamanya air terjun, jangan salah anda dapat menikmati beragam wahana yang siap memanjakan mata dan menambah koleksi foto  yang kece.

"Ada 7 spot wahana foto selain air terjun Coban Talun - nya yang letaknya masih satu kawasan," ujar Samsul Huda, Kordinator Kawasan Coban Talun, Kota Batu.

BACA JUGA:

Bermalam di Lhok Mata Ie, Pantai Tersembunyi di Pegunungan Desa Ujoeng Pancu Aceh Besar

Masih baru memang, namun dijamin 7 wahana yang ada di kawasan Coban Talun akan membuat anda tertarik mengunjunginya. 7 wahana ini yakni rumah pagupon, apache camp, taman bunga, alas pinus, taman ayunan, gua jepang, oyot, dan rumah terbalik.

Namun meski masih baru setiap harinya, kawasan Coban Talun ini dikunjungi sekitar 100 orang pada hari biasa, 400 orang pada akhir pekan. Jumlah itu akan membengkak bila memasuki liburan panjang. "Kalau liburan panjang pernah tembus 1.000 pengunjung," jelas Kordinator Kawasan Coban Talun, Samsul Huda.

Sensasi Spot Foto Rumah Pagupon

Di rumah pagupon misalnya, anda dapat menjumpai beberapa rumah yang didesain sedemikian rupa layaknya rumah burung dara yang disebut pagupon. Bukan hanya rumah saja, tapi penataan taman dengan beragam bunga aneka warna dan ornamen - ornamen unik lainnya menambah hasil foto anda semakin kece tentunya.

Tak ketinggalan ada spot foto bunga yang berlatarbelakang bukit dan hijaunya hutan menjadi salah satu daya tarik pengunjung.

Terpenting anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup dengan Rp 10 ribu pengunjung bisa berfoto sepuasnya di rumah pagupon.

 

Ingin merasakan menginap di rumah pagupon? Anda cukup merogoh kocek Rp 250 ribu untuk weekday dan Rp 300 ribu untuk weekend dan hari libur. Sudah dapat fasilitas kasur yang bisa ditempati untuk 6 - 8 orang dan dilengkapi dengan toilet dan air hangat

Di spot yang sama, juga terdapat rumah segitiga beratap warna putih yang juga dapat ditempati. "Kalau rumah segitiga tarifnya untuk weekend Rp 400 ribu dan untuk weekday Rp 350 ribu," ujar pria yang akrab disapa Samsul ini.

 

 

Berpose Ala Indian di Apache Camp

Bosan di rumah pagupon, kita dapat bergeser sedikit ke apache camp yang letaknya bersebelahan dengan rumah pagupon. Di apache ini anda dapat merasakan sensasi layaknya hidup di kawasan amerika latin yang kental akan ciri khas indiannya.

Terdapat sekitar 20 apache camp yang dapat digunakan pengunjung dengan luas masing - masing 4 x 4 meter persegi. Anda juga dapat menginap di dalam apache Camp tersebut dengan tarif Rp 500 ribu per hari.

"Pengunjung dapat fasilitas kasur yang bisa dipakai 4 orang, tv, air panas, dan kamar mandi dalam," tambah Samsul.

Pengunjung juga dapat berpose dengan menyewa pakaian dan accesories ala suku indian. Ingin berfoto kece, pengelola juga sudah menyiapkan photo booth berlatarbekakang indian juga.

Menikmati keindahan taman bunga warna warni

Puas berfoto apache anda bisa bergeser menikmati sejumlah aneka bunga berwarna - warni dengan penataan yang menarik. Tak hanya itu, hiasan payung, becak, ayunan, dan ornamen lainnya membuat taman bunga bisa jadi spot foto alternatif di Coban Talun.

Pengelola taman bunga, Suprihatin mengatakan taman bunga seluas sekitar 1 hektar ini baru dibuka untuk umum pada 21 Februari 2017.

"Memang kita baru beroperasi setahun lalu tepatnya pada 21 Februari 2017. Awalnya ini hanya kebun bunga warga yang hasilnya dijual terus dibudidayakan untuk wisata taman bunga," ungkapnya.

 

Salah seorang pengunjung asal Pasuruan, Tria Azizah mengungkapkan penataan taman bunga ini cukup bagus. Bunganya berwarna - warni, dengan ornamen payung dan berlatarbelakang Gunung Arjuna.

"Bagus tempatnya. Saya baru pertama kali ke sini. Sebelumnya melihat dari media sosial. Jadi penasaran juga datang ke sini," ujar mahasiswi Universitas Malang ini.

Bila anda datang ke sini tak perlu merogoh kocek dalam, dengan Rp 10 ribu per orang sudah dapat bebas berfoto di area taman bunga.

Karena keindahannya pula, tak jarang pula lokasi ini dipilih para calon pengantin melangsungkan foto pre-wedd. Harganya pun cukup terjangkau, masing - masing pasangan cukup membayar Rp50 ribu.

Sensasi berpetualang di Alas Pinus dan Gua Jepang

Ingin menikmati spot foto yang agak menantang? Anda dapat berjalan 1 km dengan medan jalan setapak tanah menelusuri rimbunnya hutan pinus di lereng Gunung Arjuna.

Di tengah hutan juga terdapat beraneka ragam bunga hias berwarna - warni milik warga yang dibudidayakan dan hasilnya.

 

Menelusuri hutan pinus yang rimbun, diiringi suara gemericik air sungai di tengah hutan menambah syahdu suasana perjalanan menemani ke area gua peninggalan Jepang.

Di perjalanan menuju gua anda disuguhi pemandangan taman bunga warga, hutan, dan juga aliran sungai Brantas. Sesampainya di gua Jepang anda dapat menelusuri gua sedalam 10 meter dan tinggi 2 meter.

 

Tapi bagi anda yang menuju gua Jepang pastikan alas kaki yang digunakan nyaman. Trek tanah kerap kali licin saat dilalui pada musim penghujan seperti saat ini.

Tapi di jamin sesampainya di mulut gua lelah di perjalanan tersebut akan terbayar dengan pemandangan asri di sekeliling gua.

Oyot, Spot Kece Berlatarbekakang DAM

Baru beroperasi kurang lebih 3 bulan, oyot menjadi salah satu bagian dari kawasan Coban Talun. Menawarkan spot berlatarbelakang bendungan (DAM), pegunungan, dan alam menjadikan tempat ini sayang dilewatkan.

Segarnya udara bercampur dengan keindahan alam akan membawa anda menghilangkan segala kepenatan beraktivitas.

"Bedanya di sini adalah kami menyuguhkan pemandangan yang alam. Kemudian menyuguhkan wahana mulai anak-anak hingga dewasa," ungkap Marketing Wisata Oyot, Winarto Slamet.

Pengunjung dapat memilih fasilitas yang disediakan mulai dari kolam perahu bebek, playground, gazebo, kolam pancing ikan lele, berkuda, DAM cinta hingga warung oyot yang menjadi ikon tempat wisata ini.

Spot oyot ini menjadi salah satu yang dikelola 80 warga RW dari Desa Tulungrejo. "Itu menjadi aset yang dikelola warga sekitar," tutur Samsul Huda.

BACA JUGA:

Marak Kecelakaan, Tempat Wisata Diminta Sediakan Peristirahatan Sopir Bus

Rumah Terbalik Bukan Karena Bencana Alam

Siapa bilang rumah terbalik hanya ketika ada bencana alam saja, di Coban Talun, Kota Batu ada sebuah rumah yang dibuat terbalik. Bukan terbalik dalam arti sebenarnya, hanya bentuknya didesain mirip terbalik sehingga dinamakan rumah terbalik.

Mau ber-selfie ria di rumah terbalik? Cukup membayar Rp5.000, anda dapat berfoto dan menjelajah rumah terbalik di kawasan Coban Talun.

"Bentuknya unik. Seperti rumah biasa hanya model gentengnya diletakkan di bawah," tutur Agustina, pengunjung asal Gresik.

Sayangnya anda harus bersabar karena rumah terbalik yang ada baru terdapat sejumlah 3 unit saja. Jadi kalau ramai anda harus bersabar tentunya.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini