Santri Sakit Massal Usai Divaksin Difteri Meluas ke 3 Pesantren

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 00:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 11 481 1858061 santri-sakit-massal-usai-divaksin-difteri-meluas-ke-3-pesantren-qQ0xddnTAQ.jpg Ilustrasi (Foto: The Telegraph)

SANTRI sakit massal pasca-imunisasi difteri di Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, hingga Minggu malam meluas ke tiga pesantren dari sebelumnya dua pesantren.

"Santri yang kembali dirawat dan dirujuk ke puskesmas malam ini karena sakit dari Pesantren Al-Husen, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur," kata staf Humas Pemkab Pamekasan Naufal, Minggu (11/2/2018) malam.

Para santri dari Pesantren Al-Husen itu mengalami gejala yang sama seperti yang dialami santri Al-Falah Sumber Gayam dan santri Hidayatul Mubtadiin Kadur, yakni mual, muntah-muntah, demam tinggi dan pingsan.

Mereka dirujuk ke Puskesmas Larangan, karena di Puskesmas Kadur sudah tidak muat, akibat banyak santri yang dirawat. "Satu diantara santri yang dirawat di Puskesmas Kadur barusan juga dirujuk ke RSUD Pamekasan, karena kondisinya kian parah," ujar Nauval, menambahkan.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Ismail Bey sebelumnya merilis, jumlah santri yang mengalami sakit massal pascaimunisasi difteri yang digelar Sabtu (10/1) itu sebanyak 80 orang.

Jumlah itu, belum termasuk pasien tambahan dari Pesantren Al-Husen, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan yang malam ini juga dirujuk ke Puskesmas Larangan.

Menurut dokter yang menangani santri sakit massal di Puskesmas Larangan, Pamekasan yakni dr Nanang Suyanto, saat ini, kondisi puskesmas membeludak, karena ada pasien tambahan. "Kami masih berupaya mencari bed tambahan untuk pasien, dan hingga malam ini pasien terus berdatangan," ujarnya di Pamekasan.

Puskesmas Larangan merupakan satu dari tiga puskesmas yang disediakan Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan untuk merawat santri sakit massal pascaimunisasi difteri itu.

(Baca Juga: Bunda! Pahami Efek Pascaimunisasi, Demam dan Bengkak Itu Biasa)

Dua puskesmas lainnya adalah Puskesmas Kadur dan Puskesmas Galis, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Kasus santri sakit massal di Kecamatan Kadur, Pamekasan pascaimunisasi difteri ini, meresahkan para orang tua santri, karena gejala yang dialami pasien tidak hanya mual, muntah dan demam tinggi, akan tetapi juga pingsan.

(Baca Juga: Efek Samping Vaksin Difteri Dewasa Bisa Sebabkan Kematian, Benarkah?)

Sehubungan dengan kasus luar biasa ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur meninjau secara langsung para santri sakit di dua pesantren di Kadur, Pamekasan, Pulau Madura, yakni Pesantren Al-Falah, Sumber Gayam dan Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Pancor, Kadur.

Kepala Dinkes Jatim dr Kohar Hari Santoso didampingi sejumlah staf datang secara langsung ke Pamekasan, Minggu sore. "Kedatangan kami secara langsung ini, untuk memantau dan menyelidikan vaksin difteri yang disuntikkan kepada para santri yang telah menyebabkan para santri sakit secara massal seperti ini," kata Kohar.

Kepala Dinkes meninjau santri yang sakit massal di RSUD Pamekasan, Puskesmas Larangan dan Puskesmas Kadur. Dalam kesempatan itu, Kadinkes menjelaskan, berdasarkan hasil survei sementara, vaksin difteri yang disuntikkan kepada para santri itu sebenarnya berkualitas bagus, tidak kedaluarsa, bahkan diambil dari gudang penyimpanan obat.

Ia menilai, banyaknya santri yang sakit itu, bukan karena sakit ikutan pasca imunisasi (IPI), akan tetapi karena reaksi kejiwaan dari santri yang berlebihan. "Secara umum, imunisasi memang bisa ada kejadian ikutan pascaimunisasi. Tapi yang terjadi di Kadur ini, sebenarnya merupakan reaksi berlebihan, sehingga menyebabkan banyak santri lain yang juga sakit," ujarnya, menjelaskan.

"Wong cucu saya juga diimunisasi juga, tapi tidak sampai pingsan seperti ini," katanya, menambahkan.

Kepala Dinkes Jatim menjelaskan, tahun ini, sasaran imunisasi antara usia 1 hingga 19 tahun di Jawa Timur sebanyak 10 juta jiwa lebih, sedangkan di Pamekasan 300 ribuan jiwa lebih.

Di Jatim, realisasinya mencapai sudah mencapai 18 persen, sedangkan di Pamekasan sudah mencapai 20 persen dari target sasaran yang telah ditetapkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini