Share

Tuai Kontroversi, Perusahaan Film Asal Cina Tetap Gelar Kontes Payudara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 12 194 1858280 tuai-kontroversi-perusahaan-film-asal-cina-tetap-gelar-kontes-payudara-si8pM1idG6.jpg Kontes Payudara di China (Foto:Koreaboo)

 

SALAH satu perusahaan film terbesar di Cina baru-baru ini menjadi perbincangan publik setelah menggelar kontes payudara. Meski sempat menuai banyak kecaman, kontes ini ternyata berhasil menarik perhatian wanita cantik dari seluruh penjuru negeri.

Kontes payudara tersebut dicetuskan oleh Hengdian World Studios yang dikenal kerap memproduksi film-film berkualitas dan sering dijuluki "Chinawood".

BACA JUGA:

Jerawat Cenderung Menyebabkan Seseorang Depresi

Setidaknya ratusan wanita yang masih mengemban pendidikan di bangku kuliah ikut berpartisipasi, dengan harapan akan diberi kesempatan untuk membintangi salah satu film yang tengah digarap HWS. Setiap kontestan diminta untuk menunjukkan gaya terbaik mereka di hadapan kamera dengan mengenakan pakaian renang.

Dilansir dari Koreaboo, Senin (12/2/2018), beberapa kontestan tampak mengapit sebuah balon dengan payudara mereka, dan beberapa kontestan lainnya menahan smartphone dengan gaya yang sangat sensual.

Pemenangan kontes payudada ini dilaporkan berasal dari Provinsi Chongqing yang terletak di wilayah Selatan Cina. Ia berhak mendapatkan bayaran 10.000 yuan atau setara dengan Rp21 juta.

Bagi kontestan yang belum beruntung, mereka masih memiliki kesempatan untuk mengikuti International Breast Model Contest yang akan diselenggarakan di Ahui, pada pertengahan tahun ini.

Kontroversi kontes payudara di Cina sebetulnya telah dimulai sejak tahun 2010 lalu, saat digelar oleh salah satu klinik operasi plastik ternama. Pada tahun 2015, pemenang kontes diketahui menjalankan operasi plastik payudara sehingga memicu perdebatan apakah wanita yang melakukan implan diperkenankan untuk mengikuti kontes.

BACA JUGA:

Didesain Giorgio Armani, Seragam Sekolah Dasar di Jepang Dibanderol Rp10 Jutaan!

Tahun lalu, wanita berusia 23 tahun asal Provinsi Anyi, Liu Qianqian, memenangkan kontes ini dengan ukuran payudara "B-cup sized". Sementara banyak pihak mengklaim bahwa kontes ini merupakan bentuk pemberdayaan perempuan, sejumlah orang menganggap kriteria yang dinilai oleh para juri hanya mementingkan ukuran payudara dan wajah cantik kontestan.

Menanggapi kritikan tersebut, pihak pengelola kontes, Huamei Plastic Surger Group mengungkapkan beberapa kriteria yang menjadi penilaian para juri yakni, postur tubuh, attitude, wawasan, dan kepercayaan diri.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini