Image

Mainan Anak Makin Mahal, Ini Trik Puaskan si Kecil Bermain Tanpa Bikin Dompet Kering!

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 07:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 12 196 1858570 mainan-anak-makin-mahal-ini-trik-puaskan-si-kecil-bermain-tanpa-bikin-dompet-kering-TRQjSLtqgN.jpg Mainan anak-anak (Foto: Express)

HARGA mainan anak-anak semakin mahal. Bagi orangtua yang penghasilannya pas-pasan mungkin akan berpikir dua kali untuk membelikan si kecil mainan yang tidak begitu penting.

Misalnya saja seperti Squishy dan Slime. Mainan yang tampak biasa saja ini harganya berkisar Rp90 ribu sampai di atas Rp200 ribu, tergantung bentuk dan kualitas kekenyalannya. Nah , bisa dibayangkan berapa harga mainan-mainan lain seperti Playdoh, Lego, boneka Barbie, masak-masakan, dokter-dokteran, motor-motoran, ayunan, dan mainan lain yang berteknologi canggih?

Meski mainan anak-anak mahal, tetapi si kecil membutuhkannya. Psikolog Anak, Ratih Ibrahim mengatakan, mainan anak-anak memiliki banyak fungsi yang menstimulasi berbagai aspek kecerdasan si kecil.

“Mainan anak-anak bukan sekadar barang lucu-lucuan yang menggembirakan bagi anak-anak. Namun, mainan anak-anak merupakan investasi yang memberi manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang berguna di masa depan,” ungkap Ratih saat ditemui Okezone saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, belum lama ini.

Menurutnya mainan anak-anak yang mahal bukan halangan untuk membatasi si kecil bermain sehingga menghambat pertumbuhan kecerdasan mereka. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyiasati bagaimana agar anak-anak tetap puas bermain tanpa harus membeli.

“Mainan itu kan sarana bagi anak. Apa pun mainannya pasti mengandung unsur edukatif apabila diberikan kepada anak sesuai usianya. Bila harga mainan mahal, siasati dengan mengajak anak-anak ke toko-toko mainan yang menyediakan table play gratis. Di sana ada mainan-mainan yang dijual di toko untuk dicoba oleh anak-anak yang berkunjung ke sana. Anak-anak bebas bermain mainan yang tersedia. Nah, orangtua bisa memantau dari jarak jauh,” paparnya.

Di toko mainan, sambung Ratih, ada banyak anak-anak lain yang bermain juga, di sana anak-anak bisa sekaligus bersosialisi, negosiasi, mengembangkan bahasa, sharing, mengalah, bermain bersama, bekerja sama, bertukar ide, dan mengembangkan keterampilan lainnya.

“Selain ke toko mainan, datanglah ke event-event mainan anak-anak. Sama, di sana juga anak-anak bebas bermain. Meski kalau event memang ada tiket masuk. Tapi, tidak masalah sebab ini lebih hemat karena mainannya banyak dan waktunya lama. Meski ada time limit tetap untuk anak, mereka jadi tidak menyia-nyiakan waktu bermain yang diberikan,” jelas psikolog dari Personal Growth ini.

Selain datang ke toko mainan, cara lainnya adalah memakai lagi mainan dari kakak atau saudara-saudara yang sudah besar tetapi mainannya masih bagus. Manfaatkan itu, jadi orangtua tidak perlu membeli mainan bari untuk anak. Terpenting mainan masih bisa dipakai dan bermanfaat bagi anak.

“Bukan itu saja, kalau harga mainan anak mahal, berarti orangtua harus kreatif. Mainan itu tidak harus dari yang dibeli di toko. Barang-barang di rumah bisa dijadikan mainan. Misalnya kardus bekas di jadaikan rumah-rumahan untuk berkemah, membuat Playdoh dari tepung terigu, membuat robot dari kardus, atau mengunting-gunting kertas, menempelkan kartu dan masih banyak lagi idenya. Membuat mainan sendiri menjadikan anak-anak kreatif, menciptakan bonding dengan orangtua, dan hemat tentunya,” ungkap Ratih lagi.

Lebih dari itu, Ratih memberi tips agar orangtua tidak boros dan memanjakan anak dengan terus membelikan mainan. “Sebaiknya anak-anak dijatah, contohnya membeli mainan hanya satu bulan sekali, setiap ke toko mainan hanya boleh beli satu, dan bebaskan anak memilih mainan asal dengan harganya yang tercantum hanya 5 digit. Jadi anak-anak belajar disiplin, kontrol diri, mengenal konsep aturan, dan belajar berpikir dan berhitung,” jelasnya.

Terlepas dari harga mainan anak yang mahal, Ratih menyerankan kepada para orangtua untuk menabung agar bisa membelikan mainan anak. “Mainan anak itu investasi jadi menabunglah,” tukasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini