Image

Musim Flu Landa Sejumlah Negara, Permintaan dan Harga Jus Jeruk Meningkat Tajam

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 16:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 12 298 1858370 musim-flu-landa-sejumlah-negara-permintaan-dan-harga-jus-jeruk-meningkat-tajam-VjQ6qeOwMr.jpg Ilustrasi (Foto: Readersdigest)

MUSIM penghujan ternyata tidak hanya melanda kawasan Asia Tenggara atau Indonesia saja. Sejumlah negara di Amerika Serikat pun sedang menghadapi derunya musim dingin yang diliputi turunnya salju dan hujan badai. Hal ini tentu memicu penyebaran penyakit musiman yang kita kenal dengan sebutan influenza.

Bagi sebagian orang yang terserang penyakit tersebut tentu menjadi sebuah berita buruk. Pekerjaan dan berbagai aktivitas pun akan terganggu. Namun bagi para produsen jus jeruk, musim flu tentu menjadi sebuah momen yang mereka nantikan.

Bayangkan saja, dibandingkan beberapa tahun lalu, harga jus jeruk justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan di awal tahun 2018 ini. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh The Washington Post, total penjualan jus jeruk di Amerika Serikat dalam beberapa dekade lalu sempat mengalami penurunan.

 (Baca Juga: Baju Melorot, Atlet Ice Skating Asal Korsel ini Tetap Tampilkan Pertunjukan yang Memukau)

Minuman ini sering dianggap sebagai obat mujarab untuk menyembuhkan sejumlah penyakit musiman, dan tentu saja merupakan minuman yang tepat untuk menyajikan menu sarapan “sehat dan seimbang”. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pelanggan mulai mengalihkan pilihan mereka, karena menganggap jus jeruk mengandung kadar gula dan kalori yang relatif tinggi.

The American Academy of Pediatrics (TAAP) bahkan menganjurkan untuk tidak memberikan jus jeruk kepada anak-anak karena kandungannya dianggap tidak cocok untuk tumbuh kembang mereka. “Jus jeruk tidak memiliki peran penting dalam diet seimbang dan sehat pada anak-anak,” tulis TAAP dalam pernyataan mereka.

  (Baca Juga: 34 Finalis Miss Indonesia 2018 Masuki Masa Karantina)

Menurut Business Insider, pasar jus jeruk di AS sempat mengalami penurunan hingga 50% sejak 2001. Penjualan jus jeruk belum menunjukkan peningkatan hingga memasuki tahun 2018, para retail mengaku bahwa penjualan jus jeruk mengalami meningkatan hingga 0,9% di empat negara.

Ini merupakan berita yang sangat langka dan pertama kalinya sejak tahun 2013 lalu. Banyak yang menganggap bahwa salah satu faktor pemicunya karena awal tahun ini, sebagian negara mengalami musim flu yang sangat “brutal”.

Sebagian orang mungkin berpikir mengonsumsi jus jeruk dapat membantu melawan flu dan penyakit musiman lainnya. Tapi hal ini masih perlu dipertanyakan, apakah jus jeruk betul-betul ampuh untuk menyembuhkan flu?

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini