Image

Lewati Penyortiran Ketat, Begini Proses Sayuran Layak Dijual di Pasar Swalayan

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 02:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 12 298 1858531 lewati-penyortiran-ketat-begini-proses-sayuran-layak-dijual-di-pasar-swalayan-XNR6JbLKwQ.jpg Sayuran yang layak dijual di supermarket (Foto:Ist)

BELANJA sayuran menjadi sebuah rutinitas yang biasanya dilakukan oleh perempuan dan orang-orang yang berkegiatan di dapur. Setiap orang memiliki kebiasaan belanjanya masing-masing, seperti belanja di pasar tradisional, pasar modern, hingga pasar swalayan.

Bagi masyarakat perkotaan atau kaum urban, tentu sebagian besar lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan sayuran di pasar swalayan. Alasannya utama biasanya karena lebih nyaman berbelanja di pasar swalayan dibanding dengan di pasar tradisional. Selain itu, di pasar swalayan pengunjung bisa sekalian membeli kebutuhan rumah lainnya.

BACA JUGA:

Shaun White, Atlet Snowboarding Kaget di Restoran Ada Menu Burger Pakai Nama Julukannya

Namun, pernahkah Anda berpikir jenis sayuran apa saja yang akhirnya bisa dilihat dan dibeli oleh pengunjung? Ternyata menurut pengakuan seorang CEO, yang bekerja di sebuah pasar swalayan ternama di Jakarta, tidak semua sayuran bisa dijual dan harus melewati proses ketat hingga akhirnya bisa dibeli oleh pelanggan.

“Tidak semua jenis sayuran bisa masuk ke etalase. Sebelum bisa masuk dan ditaruh di etalase, sayuran-sayuran disortir terlebih dahulu,” ucap Sintia Kolonas, CEO The Foodhall, ketika diwawancarai awak media, Senin (12/2/2018).

Lebih lanjut, Sintia juga menuturkan pihak swalayan harus jeli dan teliti melihat sayuran yang segar. Sementara, sayuran yang tidak segar biasanya akan disingkirkan dan tidak masuk dalam etalase toko.

“Jadi, kalau sudah seharian kan biasanya sayuran sudah tidak bagus, jadi harus disingkirkan, dibuang. Sayuran harus selalu diawasi kualitasnya,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk sayuran yang sudah berada di etalase toko agar kesegarannya selalu terjaga, staff hingga manager harus selalu melakukan pengecekan. Caranya, mereka berkeliling ke setiap sudut toko untuk melihat keadaan kesegaran sayuran.

BACA JUGA:

Lagi Ngehits, Gerai Milkshake Jumbo & Kekinian Ini Dituntut Rp340 Miliar

“Sambil berkeliling staff dan manager melihat dan menyortir sayuran yang ada. Mereka berkeliling dan mengganti sayuran di etalase setiap hari,” tambahnya.

Untuk sayuran yang disortir dan sudah tidak lagi segar, biasanya akan disingkirkan dengan cara dibuang. Hal tersebut harus dilakukan demi menjaga kualitas dari sayuran yang dijual, sehingga pelanggan tetap bisa mendapatkan manfaat maksimal dari sayuran.

“Sayuran yang dibuang itu kita sebut waste food, jadi harus terpaksa dibuang. Kita harus pintar-pintar mengevaluasi dan mempelajari mana barang yang laku dan tidak. Kalau ada barang yang tidak laku, ya tidak kita beli lagi, jadi tidak rugi,” tangkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini