nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Pernikahan Kakak Adik di Karimun, Ini Alasan Incest Harus Dihindari Secara Medis

Sindonews, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 00:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 12 481 1858071 heboh-pernikahan-kakak-adik-di-karimun-ini-alasan-incest-harus-dihindari-secara-medis-8LfsjGvtkG.jpg Ilustrasi (Foto: Freelargeimages)

TERUNGKAPNYA pernikahan sedarah antara kakak dan adik kandung di Karimun, Kepulauan Riau, membuat publik terperangan. Apalagi dari pernikahan antara Arm dan Si telah lahir dua orang anak. Keduanya diketahui menikah secara siri di Jawa Barat belasan tahun silam.

Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta mengatakan, sebenarnya pernikahan saudara sekandung tidak bisa diterima secara norma agama mau pun sosial, meski secara norma hukum tidak ada yang mengaturnya.

Kalau dari sisi kesehatan, perkawinan sedarah (incest) meningkatkan prevalensi terjadinya abnormalitas pada keturunan. "Misalnya abnormalitas pada fisik, down syndrome atau keterbelakangan mental, dan juga kelainan internal seperti darah sehingga penikahan sedarah dihindari," katanya.

Pada kebudayaan tertentu di Indonesia, ujar dia, memang ada suku yang mempertahankan ‘keaslian’ sukunya dengan tidak menikah dengan orang di luar suku. Tapi biasanya ada ketentuan tertentu yang diatur, siapa yang boleh menikah dan tidak.

"Secara psikologis ya sangat mungkin kalau adik dan kakak sekandung kemudian muncul rasa suka karena memang hidup dalam satu pengasuhan. Tetapi dengan pergaulan yang lebih luas ke lingkungan serta pemahaman norma agama maupun norma sosial maka orientasi menikah tentu pada orang di luar rumah," ulasnya.

Soal reaksi masyarakat yang mengusir suami yang menikahi adik kandungnya, kata dia, itu merupakan reaksi wajar. Karena memang hal tersebut tidak sesuai dengan normal sosial.

"Jika dikembalikan ke UU Perkawinan tentunya menyalahi karena tidak ada bukti pernikahan. Kalau memang menikah siri ya harus dihadirkan dulu saksi-saksi. Kenapa mereka bisa dinikahkan, siapa yang menikahkan dan lainnya," paparnya.

Tetapi kalau kita kembalikan ke norma kemanusiaan, sambung dia, sebenarnya reaksi ini berlebihan. Karena jika benar mereka menikah ini bukan perbuatan zina dan tidak melawan hukum apa pun.

Mengusir si suami juga tidak menyelesaikan masalah malah muncul masalah sosial baru misalnya anak-anak jadi kehilangan peran ayah dan istri mungkin jadi harus berperan sebagai ayah juga.

"Harusnya peran keluarga besar dan pemerintah juga ada di sini. Misalnya kemudian tinggal di lingkungan keluarga yang bisa menerima. Kalau keluarga besar juga tidak menerima maka sebagai warga negara keluarga ini juga wajib dilindungi. Mereka berhak untuk tinggal di mana saja," pungkasnya.

Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mendadak heboh. Sebab, sepasang suami istri yang telah dikarunai dua orang anak ternyata merupakan saudara kandung. Mereka menikah secara siri (sembunyi-sembunyi) ketika masih tinggal di kampung halaman di Jawa Barat pada belasan tahun silam.

Terungkapnya pernikahan sedarah ini bermula dari desas desus yang kemudian ditindaklanjuti warga dengan aksi pengepungan kediaman Arm pada Jumat (9/2/2018) sore. Warga pun sempat mendengar pengakuan dan membenarkan informasi tersebut dari mulut sang suami, Arm, yang juga sebagai abang kandung dari sang istrinya, yakni Si.

Awal mula tiba di Karimun pada 2003, Arm dan Si masih tinggal di sekitar bukit selama 10 tahun lebih. Lalu dalam dua tahun terakhir gubuknya dipindahkan sedikit ke bawah yang ramai penduduk.

Warga sekitar tak menaruh curiga pasangan suami istri itu ternyata masih ada hubungan sedarah berupa adik kakak kandung. Sampai akhirnya muncul desas desus.

Kapolsek Meral AKP Badawi membenarkan informasi tersebut. Warga yang mengetahui kebenaran pernikahan sedarah itu pun menginterogasi Arm dan Si. Setelahnya, Arm ditegaskan untuk tidak lagi tinggal di Kabupaten Karimun.

"Tapi sebelum Arm diusir dari Karimun, pasangan suami istri sedarah ini diamankan di Masjid Agung Kabupaten Karimun, guna menghindari amukan warga sambil mencari solusi. Yang akhirnya ditegaskan agar dia (Arm) meninggalkan Karimun untuk selamanya," kata Badawi.

Arm, lanjut Badawi, ditegaskan oleh warga agar meninggalkan Karimun pada hari itu juga, sehingga Jumat malam ia dikawal masyarakat setempat menuju Pelabuhan Roro di Parit Rampak Kecamatan Meral yang kebetulan ada jadwal kapal berangkat malam hari.

Sedangkan terhadap adik kandung Arm yang sudah dinikahinya secara siri belasan tahun silam di Jawa, masih diperbolehkan untuk tinggal di Kabupaten Karimun dan akan tetap diawasi. "Kita masih membicarakan bersama semua pihak dalam menangani kasus ini," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini