Sering Tidak Disadari dan Menyerang Organ Tubuh, Salah Satu Gejala Penyakit Autoimun

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 12 481 1858364 sering-tidak-disadari-dan-menyerang-organ-tubuh-salah-satu-gejala-penyakit-autoimun-RI6wYa3vf6.jpg Ilustrasi (Foto: Consumeraffairs)

TINGKAT kepedulian masyarakat terhadap penyakit autoimun mungkin belum terlalu tinggi. Terlebih, penyakit ini memang jarang terjadi. Walau begitu, jika penyakit ini dibiarkan dapat berdampak buruk bagi seseorang yang menyandangnya. Lantas, apa sebenarnya penyakit autoimun itu?

Mengutip Healthline, Senin (12/2/2018), penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang tubuh. Sebagaimana diketahui, sistem kekebalan tubuh biasanya menjaga tubuh dengan menyerang kuman seperti bakteri dan virus.

BACA JUGA:

Sebelum ke Dokter, Obati Karies dan Gigi Berlubang dengan 3 Resep Alami Ini

Biasanya, sistem kekebalan tubuh bisa membedakan sel asing dan sel tubuh sendiri. Akan tetapi, dalam penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh di salah satu bagian tubuh menyerang sel sehat.

Penyakit autoimun terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung organ mana yang diserang. Ada yang menyerang darah, kulit, ginjal, sum-sum tulang belakang, ginjal, atau yang lainnya. Namun penyakit yang sering didengar masyarakat adalah showgram syndrome, lupus, multiple sclerosis, vaskulitis, rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1 dan masih banyak lagi.

Menurut Komunitas Autoimun Indonesia atau yang sering disebut Imunesia, banyak orang yang menyadari penyakitnya namun tidak tahu kalau itu termasuk dalam jenis autoimun. Di sinilah pentingnya pengetahuan di kalangan masyarakat mengenai penyakit autoimun termasuk gejalanya. "Gejala pada tiap-tiap orang pun berbeda tergantung jenis penyakitnya," ujar salah seorang perwakilan Imunesia saat bertandang ke Redaksi Okezone baru-baru ini.

Namun, ada gejala umum yang biasa terjadi pada penderita autoimun. Gejala tersebut antara lain kelelahan, radang sendi, pegal, mual, pusing, mudah lupa, sariawan, bengkak kemerahan, demam, sulit berkonsentrasi, kesemutan, rambut rontok, dan timbul ruam. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diharapkan untuk memeriksakan diri ke dokter ahli agar mendapatkan penanganan yang tepat.

"Sulitnya penyakit ini nggak cuma satu dokter yang menangani. Maka dari itu pentingnya mengedukasi pasien agar datang ke dokter yang tepat. Atau paling tidak berkonsultasi ke dokter umum agar diarahkan ke dokter yang tepat," tambah perwakilan komunitas tersebut.

BACA JUGA:

Keringat Berlebih Bisa Sebabkan Depresi dan Stres, Kenali 5 Gejalanya!

Selain pasien, keluarga pasien juga harus mendapatkan edukasi agar dapat memberikan dukungannya. Hal itu diperlukan oleh penderita agar lebih percaya diri dan kualitas hidup menjadi lebih baik.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini