nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Suka Main Bola Kurangi Risiko Osteoporosis saat Dewasa

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 12 481 1858464 anak-suka-main-bola-kurangi-risiko-osteoporosis-saat-dewasa-xogCxC4Xwo.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

BIARKAN anak-anak bermain bola di waktu senggangnya. Fungsi dari permainan ini yakni dapat mendorong agar tulang anak tetap kuat.

Anak-anak usia sekolah, tepatnya usia 7 tahun ke atas harus dapat mengembangkan kekuatan tulangnya. Dorong terus agar mereka mau beraktivitas sesuai kesukannya.

Jika anak rutin bermain bola, menurut peneliti, jadi mudah mengembangkan tulang yang lebih kuat, meningkatkan kekuatan otot, hingga meningkatkan keseimbangan saat bermain bola.

"Di usia 8-10 tahun, anak-anak harus menjaga kepadatan tulang dan kekuatan otot," ujar Penulis Utama Studi Profesor Peter Krustrup, dilansir Zeenews, Senin (12/2/2018).

Pakar Kedokteran Olahraga dan Ilmu Kesehatan di Universitas Denmark Selatan itu menambahkan, ada banyak efek positif dari olahraga ringan tersebut, apalagi anak-anak menyukainya. Untuk penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine, para peneliti memeriksa kesehatan tulang dan otot pada 295 anak sekolah selama setahun penuh.

Anak-anak berpartisipasi dalam konsep pelatihan melihat efek berbagai jenis latihan interval intens di sekolah. Para periset membandingkan efek pada anak-anak yang mengikuti kelas pendidikan jasmani normal sekolah, dengan anak-anak yang memiliki latihan intensif.

Mereka melakukan jadwal latiham selama dua jam dalam seminggu, dalam bentuk permainan bola di lapangan kecil. Mereka juga melakukan senam dan latihan kardio lainnya.

Pada anak-anak yang duduk di bangku kelas tiga yang bermain bola selama 40 menit, sekira 10% dapat meningkatkan kekuatan otot. Mereka juga memiliki keseimbangan tubuh yang meningkat sebesar 15%.

Sementara itu, mereka yang suka bermain bola bisa meningkatkan kepadatan tulang sebesar 45%, dibandingkan kelompok anak yang tidak bermain bola. Studi tersebut menunjukkan, bila anak-anak yang suka bermain bola tulangnya kuat hingga usia dewasa kelak.

"Sejak kecil, anak-anak harus diberikan latihan yang dapat dorongan kesehatan tulang. Ini penting sekali untuk mendorong tumbuh kembangnya," tambah Asisten Profesor Malte Nejst Larsen dari Universitas Southern Denmark.

Karena anak-anak mampu mendorong kepadatan tulangnya, maka di usia dewasa mereka bisa mencegah osteoporosis. Orangtua harus mendukung langkah pencegahan itu supaya tidak memicu dampak yang merugikan anak saat tumbuh dewasa.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini