Kisah Pilu Pria yang Mendonorkan Ginjal untuk Wanita Idaman yang Menolak Lamaran Cintanya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 09:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 13 196 1858718 kisah-pilu-pria-yang-mendonorkan-ginjal-untuk-wanita-idaman-yang-menolak-lamaran-cintanya-9eE0KXbXQX.png Donorkan Ginjal (Foto: Ladbible)

BUKTI cinta bisa Anda tunjukan dengan cara apapun. Sekali pun itu hal yang sangat tidak masuk akal atau juga membahayakan nyawa. Demi cinta, semua nyata.

Begitu juga yang dilakukan dengan seorang pria di Inggris ini. Adalah Simon Louis. Dia dengan ketulusan hatinya menyumbangkan ginjal untuk wanita idamannya yang memang membutuhkan donor ginjal. Semua berjalan lancar sampai akhirnya hari di mana dia mencoba untuk mengajak Mary Emmanuelle menikah, hal kurang mengenakan datang.

Karena alasan kondisi tubuh yang kurang baik, Mery ternyata menolak ajakan Simon untuk menikah. “Saya sangat berterima kasih atas apa yang sudah dilakukan Simon kepada saya. Namun, bagaimana pun saya sedang mengalami kondisi yang kurang sehat, terpaksa saya menolak Simon,” tutur Mary seperti yang dikutip dari Ladbible, Selasa, (13/2/2018).

Credit: Jacqui Deevoy

Mendapati respon yang ternyata tidak sesuai dengan yang dipikirkan, Simon berkata sambil bercanda pada Mary, “Saya menawari hati saya ke Mary, tapi ternyata saya mesti puas dengan memberinya ginjal. Apapun yang terjadi, saya tidak akan pernah menyesal memberinya hadiah kehidupan,” paparnya penuh haru.

Perlu Anda tahu, Mary yang berusia 41 tahun bertemu pertama kali dengan Simon lebih dari dua tahun yang lalu. Namun, selama dua tahun itu, sekali pun mereka sama-sama menyukai dan menyayangi, hubungan mereka sepertinya memang tidak untuk ke jenjang yang lebih serius.

Pasangan ini tetap dekat sepanjang tahun, sampai suatu hari di September 2014 saat Mary tiba-tiba saja jatuh di rumahnya tanpa sebab. Saat itu juga Mary dilarikan ke Rumah Sakit Guy, London, di mana dia menghabiskan dua bulan perawatan intensif. Sampai akhirnya kabar bahwa Mary mengalami penyakit ginjal stadium akhir itu terdengar di telinganya sendiri.

Setelah mendengar kalimat itu, Mary hanya bisa terdiam. “Saya benar-benar tidak bisa mempercayainya. Saya saat itu baru berusia 37 tahun dan telah diberi hukuman “mati”. Para dokter pun meminta saya untuk mencari donor ginjal,” cerita Mary.

Namun, masalah belum berhenti sampai di situ, tidak mudah menemukan ginjal yang pas, karena golongan darah Mary B minus, yang mana itu adalah golongan darah langka. Mary pun seperti kehilangan harapan hidup. Dirinya benar-benar tumbang.

Lalu, pada 2015 Mary pun diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Namun, setelah itu Mary mesti kembali ke rumah sakit setiap hari untuk menjalani dialisi ginjal.

Dalam masa sulit itu lah Simon datang ke dalam hidupnya. Pria tersebut menjaga Mary dengan penuh kasih sayang dan membantunya dalam banyak hal, seperti mengenakan pakaian atau menyuapinya makanan.

Sampai akhirnya operasi ginjal pun dilakukan, di mana ginjal yang dibutuhkan Mary dimiliki Simon. Operasi berjalan cukup lancar dan akhirnya Mary sudah pulih dari operasinya.

Kemudian, beberapa bulan setelah operasi, Simon mengajukan diri untuk menjadi suami Mary. “Pada awalnya, Simon bercanda mengatakan bahwa mau sehidup semati dengan saya, tapi setelah itu wajahnya berubah dan nada suaranya lebih serius. Simon benar-benar mengajak saya menikah dan menghabiskan waktu bersama sampai mati,” ungkap Mary menceritakan saat Simon melamarnya.

Setelah itu, Mary hanya menatap Simon dalam. “Apakah ini ajakan untuk menikah? Dalam hati saya berkata bahwa Simon adalah pria baik, dia mau menerima saya dalam kekurangan apapun. Dia pun datang di kehidupan saya saat saya sedang sakit dan dia benar-benar menjaga saya. Saya pun berkata pada Simon bahwa saya harus memikirkan hal ini lagi. Sebab, bagaimana pun kondisi tubuh saya tidak lagi fit seperti sebelumnya dan saya mempertimbangkan hal itu untuk Simon,” tambahnya.

Di lain sisi, Simon pun sempat berucap pada Mary. “Apapun yang terjadi di masa depan di antara kita, saya tidak akan pernah menyesal melakukan apa yang telah saya lakukan. Mary mengatakan bahwa saya telah memberinya hadiah terbaik dalam hidupnya. Dan bagi saya, itu wajar dilakukan untuk orang yang Anda sayangi dan cintai. Keputusan Mary bisa saya terima dan saya tetap bahagia dengan itu,” ungka Simon.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini