nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saat Valentine, Mawar Merah Menjadi Barang Haram di Arab Saudi!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 05:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 196 1859171 saat-valentine-mawar-merah-menjadi-barang-haram-di-arab-saudi-zsa5qw3Koa.jpg Bunga mawar (Foto: GRM Bible School)

BANYAK diketahui di seluruh dunia bahwa 14 Februari adalah hari kasih sayang atau Hari Valentine. Di Indonesia sendiri, banyak kelompok masyarakat yang ikut merayakan hari dimana kasih sayang sepertinya diumbar-umbar di depan publik dengan gamblangnya itu.

Tapi, tahukah Anda kalau Arab Saudi sangat anti dengan hari ini. Bahkan, secara hukum negara ini melarang memperjualbelikan mawar merah di hari Valentine. Seperti apa alasannya?

Dikutip dari Telegraph, mawar merah dianggap barang kriminal yang tidak boleh ada di Arab Saudi pada 14 Februari. Pemerintah dengan tegas melarang mawar merah ada di dalam sebuah ruangan sekalipun atau menjadi sebuah souvenir di Riyadh. Peraturan ini dikeluarkan oleh Commission for The Promotion of Virtue and Prevention Vice Arab Saudi.

Larangan itu sudah diberlakukan sejak 2008, dimana itu berarti sudah 10 tahun peraturan itu berlaku dan masih ditegakan di tanah Arab.

Terkait dengan peraturan tersebut, setiap tahun polisi bakal berkeliling mengecek apakah ada toko yang berani memasang atau menyediakan mawar merah. Jika ketahuan melanggar peraturan itu, maka pihak berwajib berhak mengeluarkan pernyataan tertulis mengenali pelanggaran yang telah dilakukan. Pemerintah Arab Saudi menilai bahwa mawar merah disimbolkan sebagai symbol cinta dan itu adalah sebuah kesalahan yang tidak boleh dipertahankan.

Dalam keterangan Saudi Gazette, peraturan tersebut kemudian malah membuat pasar gelap bermunculan. Hal ini terjadi karena sebetulnya banyak masyarakat Arab yang ingin membeli mawar dan diberikan ke pasangannya di hari tersebut. Namun, karena hukum di negara mengatur hal tersebut, makanya mereka mengharapkan pasar gelap untuk mendapatkan mawar merah.

Sementara itu, pernyataan tegas dari pemerintah mengenai hal ini juga terkait dengan isu pernikahan di luar nikah yang marak dilakukan di 14 Februari tersebut. “Sebagai Muslim, kita tidak boleh merayakan perayaan non-muslim terutama perayaan yang berhubungan dengan moral dan Hari Valentine sangat jelas tidak bermoral, baik untuk pria maupun perempuan,” kata Ahli Hukum Sheikh Khaled Al-Dossari.

Lebih lanjut lagi, dilansir dari Reuters dalam Unexplained-Mysteries, Hari Valentine dinilai mencacati paham wahabi yang begitu kuat di Arab Saudi. Perayaan ini dianggap mencampakkan hukum yang sudah diatur dalam hukum Wahabi dan ketika mawar merah itu dibiarkan diperjualbelikan, maka itu sama saja mencacati hukum yang sangat keras di Arab Saudi. Bahkan, perlu Anda ketahui bahwa ternyata Arab Saudi tidak merayakan ualng tahun Nabi Muhammad SAW.

Jadi, sangat wajar kemudian perayaan seperti Hari Valentine, Imlek, atau Tahun Baru Maeshi tidak bisa dilakukan dan dirayakan di Arab Saudi. Di negara ini, hanya ada dua perayaan besar yang boleh dirayakan, Ramadhan dan Hari Haji.

Bicara mengenai “mawar merah terselubung”, ternyata kegiatan ini pun dilakukan di Arab Saudi saat Hari Valentine. Bahkan, kepada Reuters, Ahmed, seorang manajer toko, mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan.

Sekalipun negara melarang menjual mawar merah, faktanya Ahmed tetap menjajakannya ke pelanggan setia yang ingin merayakan Hari Valentine. Di hari kasih sayang itu, Ahmed bahkan berani menaruh harga yang tinggi. Untuk satu tangkai mawar merah, dia menghargai Rp 37 ribu. Harga ini menurut Ahmed lebih tinggi 4 kali lipat dari hari biasanya.

Walau bagaimana pun, apa yang dilakukan Ahmed adalah pelanggaran hukum dan sangat berani. Sebab, ketika polisi pengawas mendapati Anda menjual mawar merah di Hari Valentine, maka mereka tidak segan untuk memberikan surat peringatan dan bahkan bisa memboyong Anda ke penjara. Mengerikan bukan?

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini