nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berhenti Kerja dan Jual Aset Demi Beli Perahu Layar, Pasutri Ini Ditimpa Kemalangan saat Berlayar

Tiara Amalina, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 11:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 406 1858790 berhenti-kerja-dan-jual-aset-demi-beli-perahu-layar-pasutri-ini-ditimpa-kemalangan-saat-berlayar-jfAOiR2C9s.jpg Perahu layar Tanner dan Nikki karam (Foto: Tampabay)

SETIAP orang, pasti mempunyai rencana dalam hidup. Ada yang berencana untuk membuat rumah idaman ataupun pergi liburan ke tempat tertentu bersama pasangan.

Hal itu dibutuhkan agar segala sesuatunya bisa diperhitungkan dan dipersiapkan dengan baik. Seperti yang dilakukan oleh Tanner Broadwell dan Nikki Walsh yang dilansir dari Odditycentral, Selasa (13/02/2018) pasangan suami istri yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan mereka dan menjual semua barang yang mereka punya agar dapat membeli sebuah perahu.

Mereka memang telah merencanakan petualangan ini selama lebih dari dua tahun. Tanner yang tumbuh besar di Cocoa Beach, Florida, mengajak Nikki untuk berlayar mengelilingi teluk Meksiko.

Semenjak itu mereka mulai bekerja lebih keras dan menabung agar impian mereka tersebut dapat terwujud. Setelah berhenti dari pekerjaan mereka masing-masing dan menjual barang-barang, mereka membeli sebuah perahu tua berusia 49 tahun di Alabama dengan harga USD 5.000 atau senilai 68 juta rupiah, tapi mereka menghabiskan dana lebih banyak untuk memperbaiki perahu tersebut.

Tidak ada satupun dari pasangan ini yang memiliki pengalaman berlayar, jadi Ayah Tanner membantu mereka berlayar menyusuri teluk dari Alabama sampai Panama City. Pada bulan Mei tahun lalu, pasangan tersebut memindahkan barang-barang mereka ke perahu untuk pindah dari Colorado ke Tanner Springs, Florida. Pada hari Selasa, 6 Februari akhirnya mereka memulai petualangan berlayar mereka, ini merupakan awal yang baik untuk mimpi mereka.

Hari pertama kehidupan baru mereka berjalan seperti yang direncanakan, dan mereka berlabuh di Anclote Key semalaman. Hari selanjutnya juga berlalu dengan lancer, tapi sekitar pukul 20.45, saat mereka melewati Clearwater Beach dan menuju ke John’s Pass untuk berlabuh, bencana pun terjadi.

Perahu mereka yang bernama Lagniappe, menabrak sesuatu di bawah air. Tanner dengan cepat menyadari tabrakan tersebut menyebabkan bagian bawah Lagniappe robek total. Saat turun ke kabin untuk memeriksa kerusakan, ia melihat air sudah mulai masuk ke dek. Melihat kondisi seperti ini, Broadwell segera menghubungi Sea Tow, dan mereka tiba satu jam kemudian.

Saat Sea Tow tiba di TKP, Lagniappe telah tenggelam sekitar 9 kaki dan akan kelihatannya akan terbalik. Mereka kemudian menginstruksikan Broadwell dan Walsh untuk meninggalkan kapal dan mengevakuasi mereka ke pantai.

Mereka ingat saat itu terdampar di pinggir jalan dengan anjing kecil peliharaan mereka, uang tunai USD 90 atau senilai 1.2 juta rupiah. Untungnya Ibu Tanner bisa mencari seorang supir Uber yang bisa mencarikan hotel murah untuk mereka bermalam.

“Bagaimana aku bisa punya segalanya dan berakhir di hotel sialan ini? Aku baru saja kehilangan semuanya,” sesal Nikki atas kemalangan yang menimpanya

Hari selanjutnya mulai membaik, hanya saja pasangan ini tidak tahu harus memulai semua dari mana. Belum lagi mereka harus membayar biaya untuk pengangkatan perahu mereka yang karam membutuhkan biaya yang cukup besar.

Namun, Nikki dan Tanner mengaku senang meskipun perahu mereka telah tenggelam, tapi mereka setidaknya sempat mewujudkan mimpi tersebut. Sementara itu, Tanner dan Nikki telah membuat halaman GoFundMe di mana orang dapat menyumbang untuk tujuan mereka.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini