nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langkah AirNav Antisipasi Lonjakan Penerbangan ke Pangkal Pinang Jelang Imlek

Arsan Mailanto, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 13:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 13 406 1858818 langkah-airnav-antisipasi-lonjakan-penerbangan-ke-pangkal-pinang-jelang-imlek-Eipkaxe8aT.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

PANGKAL PINANG - Menjelang libur perayaan Imlek 2018, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Cabang Pangkalpinang, Bangka Belitung mengantisipasi melonjaknya jumlah penerbangan maskapai.

Pasalnya beberapa maskapai nasional sudah bersiap-siap menambah jumlah kursi penerbangan dengan melakukan extra flight.

Supervisor ATC AirNav Indonesia Cabang Pratama Pangkalpinang, Wawan Winarto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dari segi SDM untuk mengantisipasi lonjakan penerbangan menjelang perayaan hari raya Imlek 2018.

"Sudah kita siapkan SDM, hal tersebut dilakukan demi menjaga antisipasi jika terjadi delay. Karena kita tau jadwal penerbangan di bandara Cengkareng Soekarno-Hatta itu pergerakan pesawat tinggi sekali, yang kita antisipasi dari maskapai Lion Group, Sriwijaya Group, Citilink, Garuda Indonesia," ujarnya kepada awak media saat Konferensi Pers di Gedung Tower ATC, Pangkalpinang, Senin (12/2/2018).

Mengingat animo masyarakat banyak memanfaatkan Hari Raya Imlek untuk pergi berlibur. AirNav Indonesia Cabang Pangkalpinang pun mengantisipasi kemungkinan besar akan banyak penerbangan extra flight khususnya di wilayah Bumi Serumpun Sebalai ini.

"Memang ada penambahan penerbangan extra flight dari maskapai. Segala persiapan kita lakukan, kita siapkan SDM jika terjadi peningkatan penerbangan di event besar seperti Idul Fitri, Nataru, dan Imlek. Maka itu kami memastikan semua peralatan navigasi itu bekerja dengan baik, peralatan tidak ada yang rusak, jika ada yang rusak segera diganti guna memberikan pelayanan informasi," paparnya.

Lanjut Wawan, personil tidak ada yang sakit kalau ada segera berobat, komposisi personil itu harus terjaga di tiga shift hingga malam hari. Bila ada urgent personil yang mau cuti bisa ditunda, karena kita fokus memberikan informasi kepada pilot, jangan sampai ada informasi yang kurang atau salah.

"Karena kita melayani pergerakan pesawat itu rata-rata 50 perhari. Belum lagi kalau lagi ramai ada training siswa naik turun itu totalnya bisa tembus 80-100 perhari tergantung frekuensi karena mobilitas training itu banyak. Terutama kesiapan peralatan itu penting sekali, untuk itu kita mengupayakan peningkatan fasilitas navigasi penerbangan, dengan mengawasi semua pelayanan penerbangan pesawat secara visual karena kami memiliki prosedur yang ketat," tukasnya.

Tak hanya itu, Wawan juga mengungkapkan kondisi bandara Depati Amir, Pangkalpinang memiliki bukit atau lembah yang menghalangi pesawat untuk landing (mendarat), dan bukit itu sedang dalam proses pemangkasan yang memakan waktu sekira 10-15 tahun.

"Seperti yang kita lihat, proses pemangkasan bukit itu baru berjalan sekitar 0,5 persen dan estimasi waktunya memakan waktu 10-15 tahun baru clear. Prosedurnya sudah dibuat, sehingga pergerakan pesawat sudah aman sesuai SOP untuk pesawat yang akan masuk," jelasnya.

Sejatinya, kata Wawan jika pemangkasan bukit sudah selesai tentunya akan lebih mempermudah, dan lebih nyaman proses bagi pilot memanuver maskapai pada saat akan landing.

"Dari jauh pilot akan langsung bisa lurus untuk mendarat, kalau sekarang posisi agak miring. Pilot pesawat juga harus melewati kiri untuk menghindari bukit," jelasnya.

Wawan menjelaskan, untuk saat ini runway (landasan pacu) bandara Depati Amir Pangkalpinang baru memiliki 2250 meter, dan ke depannya landasan pacu akan menjadi 2600 meter. Semua itu harus melalui persetujuan Dinas Perhubungan (Dishub), karena memiliki otoritas sebagai regulator yang memiliki izin pengoperasian, karena semua melalui prosedur itu ada.

Sejatinya, dibeberapa daerah Indonesia yang mempunyai komunitas penduduk etnis Tionghoa yang besar, khususnya di Bangka Belitung, tahun baru tersebut biasanya dirayakan secara meriah dengan berbagai ritual dan atraksi selama beberapa hari.

"Akan banyak masyarakat yang datang berkunjung ke daerah-daerah tersebut, baik untuk pulang kampung dan merayakan hari raya atau berwisata menikmati atraksi-atraksi yang ditampilkan," pungkas Wawan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini