nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bakar Tongkang hingga Festival Bono, Event Pariwisata Unggulan Riau di Tahun 2018

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 18:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 13 406 1858979 bakar-tongkang-hingga-festival-bono-event-pariwisata-unggulan-riau-di-tahun-2018-jrPdfOffqC.jpg Festival Bakar Tongkang (Foto: james_mingyu/Instagram)

SETELAH sukses menjadi juara umum Anugerah Pesona Indonesia pada tahun 2017 lalu, Provinsi Riau terus melakukan upaya pengembangan objek-objek wisata baru demi menarik perhatian para wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman).

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Riau menargetkan kunjungan 60.824 wisman dan 6,55 juta pergerakan wisnus dalam rangka berkontribusi pencapaian target pariwisata nasional tahun 2018 sebanyak 17 juta wisman dan 270 juta wisnus.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman resmi meluncurkan Calender of Event (COE) 2018 Provinsi Riau di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Senin 12 Januari 2018.

 (Baca Juga: 700 Wisatawan Asal China Tewas di Luar Negeri, Terbanyak Saat Berwisata Air)

Peluncuran 64 event unggulan pariwisata adalah upaya Pemerintah Provinsi Riau dalam mempromosikan dan menarik minat kunjungan wisatawan. Di antaranya 3 event yang sudah go internasional yaitu Bakar Tongkang, Festival Bono, dan Pacu Jalur, tiga event ini masuk dalam 100 Event Wonderful Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Riau yang dikenal sebagai “Bumi Lancang Kuning”, selama ini identik dengan penghasil minyak bumi dan hamparan kebun kelapa sawit. Namun seiring perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian barat semakin menggeliat, Pemprov Riau pun semakin serius mengembangkan diri dalam sektor pariwisata.

“Launching event Pariwisata Riau ini merupakan wadah yang strategis dalam mempromosikan event tahunan yang akan diadakan di Provinsi Riau sepanjang tahun 2018. Terlebih Provinsi Riau telah memiliki tiga event internasional yang masuk dalam 100 Event Wonderful Indonesia 2018, diharapkan sebagai pemacu mendatangkan banyak wisman,” ujar Menpar Arief Yahya.

 (Baca Juga: Cuaca Buruk, Kunjungan Wisman ke Sabang Turun Hampir 40%)

Ia juga mengingatkan bahwa peran CEO atau Gubernur, Bupati, Walikota juga menentukan sekitar 50% kesuksesan daerah dalam membangun sektor pariwisata.

“Diawali dengan komitmen orang nomor satu di daerah, maka semua program dengan mudah akan berjalan, begitu pun sebaliknya. Karena tugas pemimpin itu menentukan arah dan mengalokasikan sumber daya. Keseriusan CEO akan terlihat dari bagaimana Pemda memprioritaskan sumber daya dan anggara mereka di pariwisata,” jelas Arief Yahya.

Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Riau terus berbenah dan menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian.

 (Baca Juga: Menapaki Kekejaman Kolonial Belanda Keruk Emas Hitam di Sawahlunto)

“’Bumi Lancang Kuning’ bila selama ini identik dengan minyak bumi, ke depan kami ingin menjadi destinasi pariwisata andalan untuk mensejahterakan masyarakat,” kata Arsyadjuliandi Rachman.

Provinsi Riau sebetulnya memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, namun masih terkendala oleh infrasturktur pariwisata yang belum optimal. Sehingga dibutuhkan sebuah komitmen kuat untuk memenuhi dan melengkapi fasilitas-fasilitas wisata yang dinilai masih kurang.

“Kami memerlukan investasi pariwisata, khususnya untuk membangun kawasan pariwisata di seputar objek wisata Bono, Pacu Jalur, maupun Bakar Tongkang yang kita jadikan sebagai event unggulan setiap tahun,” tukas Arsyadjuliandi Rachman.

Bakar Tongkang merupakan tradisi masyarakat Tionghoa, Kabupaten Rokan Hilir, yang akan berlangsung di Bagansiapiapi pada 29-30 Juni 2018; Festival Bono (Bekudo Bono) kegiatan mengarungi gelombang (berselancar) Bono dengan menggunakan perahu (sampan) kayu berlangsung di Kecamatan Teluk Meranti pada 24-25 November 2018.

Terakhir ada Pacu Jalur merupakan perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu atau jalur dari kayu dengan panjang mencapai 25-40 meter dan lebar 1,3-1,5 meter. Event ini akan berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi pada 22-25 Agustus 2018.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini