Image

Tak Hanya saat Bercinta, Orgasme Bisa Terjadi saat Olahraga

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 23:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 13 481 1859199 tak-hanya-saat-bercinta-orgasme-bisa-terjadi-saat-olahraga-Do1tdqeHYJ.jpg Ilustrasi (Foto: Dailyexcelsior)

BANYAK orang yang menyangka jika orgasme hanya bisa datang ketika melakukan hubungan seksual atau masturbasi. Akan tetapi, tahukah Anda jika orgasme juga bisa terjadi saat seseorang sedang berolahraga. Ya, ternyata latihan bukan hanya meningkatkan kebugaran dan kesehatan.

Melansir Independent, Selasa (13/2/2018), sejumlah orang telah memanfaatkan latihan untuk mengalami fenomena yang disebut "coregasm" atau dikenal sebagai orgasme akibat olahraga. Coregasm pertama kali dijelaskan pada 1953 oleh ahli seksologi Alfred Kinsey dalam bukunya Sexual Behavior in the Human Female.

"Beberapa anak laki-laki dan perempuan dapat bereaksi terhadap titik orgasme saat mereka menaiki sebuah tiang atau tali. Ada yang memang sengaja mendapatkan kepuasan seperti orgasme," tulis Alfred dan timnya dalam buku tersebut.

 (Baca Juga: Mencela Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat untuk Kesejahteraan Psikologis)

Di sisi lain, konsep pembelajaran tentang coregasm telah dituangkan dalam sebuah penelitian tujuh tahun lalu. Debby Herbenick dan J. Dennis Fortenberry dari Indiana University meneliti 530 peserta wanita untuk menentukan prevalensi coregasm. Dari hasil penelitian ditemukan fakta jika 246 wanita pernah mengalami coregasm sebelumnya dan pertama kali terjadi di usia rata-rata 18,9 tahun. Lantas bagaimana orgasme bisa terjadi pada saat berolahraga?

"Coregasm adalah istilah teknis untuk orgasme akibat olahraga. Peristiwa ini terjadi karena aliran darah di dalam perut bagian bawah, dasar panggul, dan paha bagian dalam menjadi 'eksplosif' untuk menciptakan kesibukan dan pembebasan," ujar Jenni Russell.

  (Baca Juga: Berwajah Tampan, Atlet Ski di Olimpiade Musim Dingin Ini Jadi Viral)

Alasan lain menurut Jenni adalah otot-otot di bagian perut bagian bawah dan panggul mungkin menjadi letih karena ambang batas mudah tercapai. Dijelaskan olehnya ada beberapa gerakan latihan yang memberi banyak tekanan pada perut bagian bawah, dasar panggul, dan paha bagian dalam. Sebut saja posisi badan yang membentuk seperti kursi dan jembatan serta berjongkok. Posisi-posisi itu dapat menyebabkan orgasme.

"Coregasm sangat umum terjadi pada atlet yang berkompetasi karena adrenalin dan peralatan yang digunakan. Secara umum, coregasm terjadi karena 'selaras' dengan tubuhnya," jelas Jenni. Meski begitu, tidak semua atlet maupun orang yang melakukan olahraga mengalami orgasme saat berlatih.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini