Keren! Ada Robot Berjalan di Catwalk New York Fashion Week, Seperti Apa Penampilannya?

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 06:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 194 1859272 keren-ada-robot-berjalan-di-catwalk-new-york-fashion-week-seperti-apa-penampilannya-YYU1bRXcH9.jpg

GELARAN New York Fashion Week kembali diselenggarakan. Sederet desainer kenamaan dunia pun mempresentasikan koleksi busana yang diprediksi akan menjadi tren di tahun ini.

Namun, ada yang menarik dalam pagelaran busana desainer Philipp Plein. Tak cukup menghadirkan koleksi busana yang dibawakan para model, Philip Plein juga membawa robot untuk melenggang di catwalk New York Fashion Week 2018. Seperti apa penampilannya?

Perancang busana asal Jerman itu memamerkan koleksi musim gugur 2018. Ia mengubah Brooklyn Navy Yard, tempat pagelaran New York Fashion Week menjadi lereng ski landasan pesawat luar angkasa atau UFO. Kemudian, di akhir peragaan, penonton dibuat terkesima oleh kemunculan sebuah robot di catwalk penuh salju buatan dengan latar belakang UFO.

(Baca Juga: Ramalan 3 Zodiak Paling Beruntung di Hari Valentine)

Bak model profesional, robot berukuran besar warna hitam itu berjalan di sepanjang catwalk. Namun, ia tak sendiri, sang robot tampak ditemani oleh model seksi Irina Shayk seraya bergandengan tangan.

Irina Shayk turun dari UFO, membuka helm, dan melenggak-lenggok bersama sebuah robot yang menyerupai Transfomers. Irina Shayk tampak mengenakan bodysuit hitam ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya. Bodysuit tersebut tersemat tulisan 'I Love You Philipp Plein'. Ia tak kalah sukses mencuri perhatian para penikmat dan pecinta mode yang hadir.

Lantas, akankah robot bisa menggantikan peran seorang model di masa depan? Well, meski demikian upaya Philipp Plein menggabungkan fesyen dan teknologi dalam peragaan busananya di New York Fashion Week pada Sabtu 10 Februari 2018 lalu menuai pujian.

"Fesyen show sama seperti pemakaman yang bahagia. Setelah bekerja keras untuk melakukan pertunjukan, lalu mengungkapkannya kepada publik, Anda sama dengan menguburnya, karena Anda harus mulai kembali dengan karya baru," ujar Plein.

(Baca Juga: Bukan karena Jomblo, Ini 6 Alasan Seseorang Membenci Hari Valentine!)