nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Efektif Mengurangi Timbulnya Stretch Mark saat Hamil

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 14:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 194 1859401 cara-efektif-mengurangi-timbulnya-stretch-mark-saat-hamil-nXFuLM6wQJ.jpg Ilustrasi (Foto: Thehealthymummy)

STRECH mark kerap dialami oleh wanita hamil. Guratan-guratan berwarna merah muda yang lama kelamaan menjadi putih tersebut memang cukup mengganggu penampilan. Lantas, apa yang menyebabkan munculnya guratan-guratan tersebut?

Dituturkan dokter kulit Kevin Maharis, timbulnya stretch mark bisa disebabkan oleh banyak faktor. Hormon adalah salah satu penyebab di antaranya.

"Stretch mark merupakan perubahan biologis yang cukup kompleks disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya dari hormon, inflamasi, hingga terjadinya peregangan kulit. Biasanya ini muncul pada trimester kedua karena pertumbuhan yang pesat dan cepat," ujar Kevin A Maharis, BMedSc, MD, Dipl dalam jumpa pers peluncuran Bio-Oil, di The Resonanz, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa 13 Februari 2018.

Terkadang, guratan-guratan tersebut menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. Hal ini terjadi akibat dari proses peregangan yang tiba-tiba di bawah permukaan kulit.

Bila ini terjadi, ibu hamil dilarang untuk menggaruknya. Pasalnya hal tersebut bisa membuat guratan semakin jelas dan sulit untuk dihilangkan.

"Solusi mengurangi stretch mark bisa dengan mengoleskan pelembap atau dikenal pula dengan calming gel. Kalau dari resep dokter diberikan steroid ringan atau hydrocortisone dan pelembap. Hydrocortisone berfungsi menurunkan inflamasi dan rasa gatal. Sementara, pelembap mengurangi peregangan," papar Kevin.

Untuk penggunaan pelembap, Kevin menyarankan agar dioleskan pada permukaan kulit yang mengalami stretch mark setelah mandi. Penggunaan pelembap secara rutin bisa membantu terjadinya peregangan kulit. Selain pelembap, penggunaan bahan-bahan alami, seperti minyak zaitun atau minyak esensial sejenis lainnya bisa diaplikasikan.

"Cara lain untuk meminimalkan timbulnya stretch mark adalah penggunaan sabun yang gentle dan aplikasi saat mengeringkan tubuh dengan handuk yang tidak boleh berlebihan atau kasar," tambahnya.

Bila ingin menghilangkan bekas stretch mark seutuhnya, Kevin menjelaskan bila ada beberapa perawatan kulit, seperti chemical peeling dan laser untuk mengatasinya. Kendati demikian, jenis perawatan tersebut tidak dianjurkan dilakukan saat kehamilan.

"Treatment ke dokter bisa dilakukan pasca tiga bulan melahirkan. Bila dilakukan saat hamil, khawatir akan memengaruhi janin. Tapi, kalau hanya menggunakan obat oles atau pelembap tidak masalah," tutup Kevin.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini