Image

Kisah Santo Valentine yang Rela Mati Demi Menikahkan Pasangan Kekasih

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 06:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 196 1859231 kisah-santo-valentine-yang-rela-mati-demi-menikahkan-pasangan-kekasih-7TvyQNSadl.jpg

HARI ini selalu diperingati sebagai Hari Valentine. Identik dengan kasih sayang, banyak pasangan yang merayakannya dengan makan malam romantis atau memberi coklat dan bunga. Lantas, mengapa 14 Februari ditetapkan sebagai Hari Valentine?

Walaupun di Indonesia tradisi merayakan Valentine menuai pro dan kontra, tidak ada salahnya untuk mencari tahu asal usul hari ini.

Melansir berbagai sumber, Rabu (14/2/2018), hari Valentine sebenarnya menandai tanggal eksekusi mati Santo Valentine atas perintah kaisar Romawi Claudius II pada abad ketiga Masehi. Dari cerita yang beredar, dirinya telah memimpin pernikahan sepasang kekasih padahal sudah dilarang

Sekadar informasi, pada masa itu kaisar melarang lelaki yang belum menjalani wajib militer untuk menikah. Alasannya karena kaisar merasa cinta dan asmara dapat membuat tentara menjadi lebih lemah sehingga tugas di militer tidak bisa dikerjakan dengan optimal. Akan tetapi, Santo Valentine berani menentang aturan tersebut dan menikahkan pasangan kekasih yang saling jatuh cinta.

Kaisar Romawi Claudius II yang mengetahui perintahnya dilarang pun marah besar. Ia menghukum Santo Valentine dengan hukuman mati. Tepat pada tanggal 14 Februari 269 M, eksekusi terhadap Santo Valentine dijalankan. Dirinya pun meninggalkan sebuah catatan yang ditandatangani dan diberi nama 'your Valentine'.

Dari kisah ini, banyak yang mengagumi Santo Valentine karena dianggap melakukan tindakan cinta tanpa pamrih. Kisah ini juga telah memikat Paus Gelasius I. Di abad kelima Masehi, dirinya secara resmi mengumumkan 14 Februari sebagai pesta St. Valentine atau Hari Valentine .

(Baca Juga: 5 Gaya Bercinta yang Bikin Malam Valentine Anda Tidak Terlupakan)

Di sisi lain, penetapan itu dilatarbelakangi oleh keputusan Paus Gelasius I yang melarang tradisi Lupercalia untuk dilakukan lagi. Sekadar informasi, jauh sebelum eksekusi Santo Valentine, 14 Februari telah dikaitkan dengan kesuburan dan darah.

Di antara tanggal 13 - 15 Februari, orang Romawi biasanya merayakan pesta Lupercalia yang ditandai dengan mengorbankan seekor kambing dan seekor anjing. Kulit kedua hewan tersebut kemudian digunakan sebagai cambuk untuk menyabet tubuh wanita yang telanjang. Tradisi itu percaya bahwa wanita yang dicambuk dengan kulit kambing dan anjing bisa menjadi lebih subur.

(Baca Juga: 5 Ide Menu Sarapan Mudah nan Romantis di Hari Valentine)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini