Image

Mengenal Perilaku Keinginan Makan Sesaat dan Cara Mengatasinya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 06:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 298 1859230 mengenal-perilaku-keinginan-makan-sesaat-dan-cara-mengatasinya-QBBWn2ayCZ.jpg

BAGI sebagian orang, makanan kerap dijadikan solusi terbaik untuk melupakan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi.

Merasa lelah? Cokelat bisa menjadi hiburannya. Stres? Sajian cake cantik bisa menjadi obatnya, bahkan di saat Anda sedang Gegana (gelisah, galau, gulana) olahan pizza akan setia menemani.

Menurut para ahli, kebiasaan makan tersebut sebetulnya bukan dipicu oleh rasa lapar, melainkan karena Anda tidak dapat menahan hasrat untuk menyantapnya. Namun perlu diketahui, kebiasaan ini tentu tidak dianjurkan bagi Anda yang ingin menerapkan pola hidup sehat.

Meski konsumsi cokelat dan makanan cepat saji tidak akan langsung berdampak pada kesehatan, tapi jika dilakukan berulang kali, tanpa disadari kebiasaan tersebut akan mengganggu kesehatan Anda.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk membatasi atau menjaga pola hidup sehat yang berkaitan dengan makanan?

Berdasarkan penuturan ahli perilaku makan, Mel Wells, cara terbaik untuk mengubah perilaku tersebut adalah memikirkan apa yang sebetulnya yang Anda inginkan selain menyantap makanan?

“Jika Anda pernah menjalankan program diet, Anda pasti sudah paham cara pintar untuk menahan atau mengabaikan rasa lapar. Namun daripada mengabaikan makanan, sebaiknya Anda mencari cara untuk 'membenci' atau mengalihkan perhatian dari makanan. Untuk hal ini, Anda harus melakukan observasi jenis makanan yang sangat Anda inginkan," jelas Wells kepada The Independent.

Dengan cara tersebut, Anda akan terhindar dari rasa untuk menyantap makanan hanya karena nafsu sesaat.

"Kalau sudah bisa mengatur keinginanan makan dengan baik, semua orang dapat mengetahui jati diri dan keinginan yang ingin mereka raih dalam kehidupan," ujar Wells.

Lebih lanjut Wells menjelaskan, ada perbedaan mendasar antara craving (mengidam) dengan rasa lapar sesungguhnya.

"Keingininan emosional adalah hasrat kuat yang muncul secara mendadak, sehingga bisa menimbulkan rasa panik. Tapi jika Anda membiarkannya selama 10-15 menit, keinginan tersebut akan hilang. Anda hanya merasakannya di kepala bukan di perut," jelas Wells.

"Sedangkan rasa lapar yang sesungguhnya terjadi secara bertahap. Rasa lapar ini tidak akan terasa mendesak. Jadi Anda benar-benar memiliki waktu untuk memikirkan makanan yang ingin Anda santap," ulasnya.

(Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Perut Selalu Merasa Lapar meski Sudah Kenyang)

Bagi sebagian orang, makanan memang sering dijadikan pelarian saat mereka merasa dilupakan, kesepian, gugup, atau stres. Pada dasarnya kita selalu merasakan sesuatu yang tidak nyaman yang tidak ingin kita rasakan atau mengerti, itulah yang disebut emotional eating.

(Baca Juga: Makan Ini Dijamin Tahan Haus & Lapar)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini