Image

3 Satwa yang Diamankan dari Warga Dilepasliarkan di Hutan Aceh

Khalis Surry, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 16:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 406 1859565 3-satwa-yang-diamankan-dari-warga-dilepasliarkan-di-hutan-aceh-uKSKZ1KsEy.jpg Pelepasliaran satwa dilindungi di Aceh Besar (Foto: Khalis Surry/Okezone)

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepasliarkan dua satwa dilindungi di kawasan Wisata Hutan Jantho, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa, 13 Februari 2018. Kedua satwa itu ialah (Trenggiling Manis Javanica) dan Kukang (Nictycebus Coucang). Selain dua satwa itu, mereka juga turut melepaskan seekor kura-kura darat (Manouriaemys) yang tergolong dalam satwa tidak dilindungi.

Pengamatan Okezone, satwa kukang dilepasliarkan dari kandang yang terbuat dari kawat di pangkal pohon. Setelah dilepas, satwa tersebut perlahan langsung naik ke atas pohon tersebut.

Sementara trenggiling juga dilepaskan di sebuah pangkal pohon yang banyak terdapat rayap, sebagai pakannya. Satwa itu terlihat bergerak cepat saat menaiki pohon. Sedangkan kura-kura dilepasliarakan dalam sungai kawasan hutan.

 (Baca Juga: Dukung Asian Games 2018, Politeknik Pariwisata Palembang Siap Terjunkan 1000 Mahasiswa)

Koodinator Perawatan Satwa BKSDA Aceh, Drh Taing Lubis mengatakan ketiga satwa itu didapati pihaknya dari masyarakat yang menyerahkan secara sukarela. Kukang tersebut awalnya ditemukan warga dalam pekarangan sekolah, lalu mengamankannya dan kemudian menyerahkan kepada pihaknya. Selanjutnya mereka merawat Kukang itu di kandang selama delapan hari sebelum dilepasliarkan kembali.

 

Sementara Trenggiling dan Kura-Kura Darat merupakan satwa yang diserahkan secara suka rela Komanda Kodim 0101/BS Kodam Iskandar Muda,(12/2) lalu. Pihak Kodim mendapati satwa tersebut dari masyarakat di beberapa wilayah di Aceh Besar untuk diserahkan kepada BKSDA Aceh untuk dititipkan di tempat konservasi atau dilepasliarkan.

"Pemilik satwa mengaku bahwa trenggiling dan kura-kura baru empat hari diperolehnya," ujar Taing.

Taing menjelaskan, bahwa satwa yang dilepasliarkan tersebut dalam keadaan sehat, masih bersifat liar dan tidak mengalami cacat. Di samping itu, juga mengingat satwa tidak baik jika berada di dalam kandang terlalu lama, karena akan memengaruhi faktor psikis satwa yang terbiasa diberi pakan, sebab itu mereka melepasliarkan dalam waktu cepat.

  (Baca Juga: Bali hingga Yogyakarta, Destinasi Wisata Romantis di Indonesia untuk Rayakan Valentine)

"Kukang mudah beradapatasi di hutan, jadi tidak baik direhabilitasi sepanjang sehat, tidak cacat dan liar. Kalau trenggiling kondisinya sangat bagus, dia langsung bereaksi cepat, apalagi tadi kita lepaskan di pohon yang banyak rayap. Trenggiling sendiri dia sebagai hewan pembersih hama di kawasan hutan jadi dia menjaga tumbuh-tumbuhan tetap sehat," jelasnya.

Pelepasliaran tersebut dipimpin langsung drh.Taing Lubis beserta petugas BKSDA Aceh lainnya dan dibantu juga oleh personel jajaran Kodim 0101/BS beserta Danramil setempat.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini