nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Imlek, Naga 35 Meter Siap Ramaikan Bangka Belitung

Arsan Mailanto, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 20:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 406 1859574 jelang-imlek-naga-35-meter-siap-ramaikan-bangka-belitung-AHDuedrD8w.jpg Patung naga sepanjang 35 meter (Foto: Arsan/Okezone)

MENJELANG perayaan Imlek 2018 atau yang jatuh pada 16-12-2569, patung seekor naga raksasa panjang kurang lebih 35 meter akan memeriahkan perayaan Imlek di Dusun Cung Fo, Desa Bukit Layang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Patung naga ini terbuat dari bahan-bahan alami yang diambil dari hutan di sekitar desa dan dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat, tidak hanya warga keturunan Tionghoa atau yang beragama Khonghucu saja. Tetapi juga warga beda etnis dan agama juga turut serta membantu.

Seperti diketahui sejak dulu kerukunan umat beragama di Bangka Belitung sangat terjaga, saling bersinergi, menjaga toleransi, menghargai, dan menghormati keberagamaan.

 (Baca Juga: 3 Satwa yang Diamankan dari Warga Dilepasliarkan di Hutan Aceh)

Melihat hal tersebut, tentu saja ini salah satu simbol kerukunan dalam keberagamaan yang dipertontonkan masyarakat Bangka Belitung yang majemuk dan heterogen satu sama lainnya.

 

Terlebih di tengah krisis harmoni dan merebaknya propaganda disintegrasi, tentu hal ini patut disungguhkan agar tercipta indahnya keberagamaan dan saling menghargai, membantu di dalam semangat gotong royong demi kemaslahatan bersama.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Agus Susanto mengatakan bahwa proses pengerjaan patung naga sepanjang 35 meter ini, sudah dilakukan warga setempat sejak tiga minggu lalu dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun karena dikerjakan secara gotong royong oleh seluruh warga.

"Seluruh warga Bukit Layang, Bangka ikut serta membuat patung naga ini, tujuannya agar masyarakat di sini bisa lebih akrab dalam menyambut Imlek," ujarnya ditemui awak media di Bukit Layang, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, Rabu (14/2/2018).

Dia menjelaskan, tubuh naga ini dibuat dengan berbahan baku dedaunan, bambu dan kayu yang diambil dari hutan desa yang ada di sekitarnya.

  (Baca Juga: Berbeda, Ini 4 Perayaan Valentine Terunik di Dunia)

"Jadi memang dipilihnya naga akan meramaikan berbagai kegiatan perayaan yang nantinya akan digelar, lantaran naga identik dengan dekorasi di tempat ibadah kelenteng, ada barongsai, lampu merah lampion," tutur Agus.

 

"Sebenarnya enggak harus naga juga, apa pun boleh, cuma karena naga identik kelentang-kelenteng saja," timpalnya seraya tersenyum.

Kata Agus, hingga saat ini proses pembuatan patung naga sudah tahap akhir. Ini sudah tahap finishing, sekira 85 persen dan telah kita kerjakan sekira tiga minggu.

Pada kesempatan yang sama, Kades Bukit Layang, Bangka, Andri menyampaikan ini merupakan momentum menuju desa mandiri dan pembauran budaya dengan melibatkan seluruh stakeholder yang di Desa Bukit Layang.

  (Baca Juga: Dukung Asian Games 2018, Politeknik Pariwisata Palembang Siap Terjunkan 1000 Mahasiswa)

Menurut dia, mininya Indonesia itu ada di Desa Bukit Layang, karena di sini semua berbaur tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

"Kelak pada puncak perayaan Imlek nanti, akan dimeriahkan festival barongsai dan pentas seni tingkat pelajar dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bangka," pungkas Andri.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini