Image

Penderita Cacar Air Tidak Boleh Kena Angin, Mitos atau Fakta?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 05:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 481 1859263 penderita-cacar-air-tidak-boleh-kena-angin-mitos-atau-fakta-U6YOyESe3b.jpg Anak kecil dengan cacar air (foto: activebeat)

JAKARTA - Saat menderita cacar air, akan muncul lentingan-lentingan merah di kulit berisi cairan yang sangat gatal. Nah, sebagian orang ada yang mengatakan kalau kita tidak boleh kena angin saat cacar air. Nanti malah semakin banyak cacarnya dan semakin gatal kulitnya. Pokoknya sebaiknya di dalam rumah saja. Apakah Anda pernah mendengarnya? Apa benar jika penderita cacar air terkena angin, sakitnya akan bertambah parah? Simak ulasannya di bawah ini, seperti dilansir dari hellosehat.com.

Apa itu cacar air?

Cacar air adalah penyakit akibat infeksi virus Varicella zoster. Biasanya serangan virus ini hanya sekali seumur hidup dan paling sering terjadi saat masa kanak-kanak.

Virus ini paling dikenal karena membuat kulit Anda jadi gatal-gatal, badan lemas, dan demam. Infeksi virus ini termasuk penyakit yang sangat mudah menular.

Apa benar Anda tidak boleh kena angin saat cacar air?

Ya, benar. Seharusnya penderita cacar air mengurangi paparan angin. Sebab, virus penyebab cacar air dengan sangat mudah akan menyebar ke orang di sekitar Anda. Cacar air sangat mudah menular, salah satunya lewat udara. Batuk dan bersin dari orang yang terinfeksi cacar air pun dapat mengirimkan butiran air yang mengandung virus cacar air.

Orang yang terinfeksi virus cacar air dapat menyebarkan virus ke orang lain hingga 5 hari sebelum dan setelah ruam-ruam muncul di kulit. Masa yang paling menular adalah hari-hari sebelum ruam muncul dan hari-hari pertama ruam muncul.

Itulah mengapa Anda sebaiknya tidak kena angin saat cacar air. Angin akan membawa virus tersebut dengan mudah ke orang sekitarnya yang belum pernah menderita cacar air.

Penderita cacar air juga sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu di satu ruangan yang sama dengan orang lain yang belum terkena cacar air. Sebab penularannya juga akan terjadi dengan mudah.

Maka dari itu, anak yang sedang terinfeksi cacar air juga diizinkan untuk tidak bersekolah dahulu, sebab hal ini akan mudah menularkan virus ke teman-teman di sekolahnya yang belum mengalami cacar.

Jika Anda mengalami gejala demam selama cacar, Anda juga perlu mengurangi paparan angin untuk meredakan demam tersebut. Pasalnya, angin yang dingin bisa membuat tubuh menggigil, terutama ketika Anda sedang demam.

Penderita cacar air memang sebaiknya mengurangi paparan angin, tetapi ini bukan berarti jika penderita cacar air terkena angin kondisi cacarnya akan semakin bertambah. Hal ini belum terbukti secara ilmiah. Hanya saja, orang yang sedang kena cacar air perlu banyak beristirahat supaya tubuh mampu melawan virus. Karena itu, sebaiknya memang Anda tidak menghabiskan banyak waktu di luar ruangan dan terpapar angin.

Apa virusnya akan terbawa oleh angin saja?

Selain melalui angin, virus cacar air juga bisa menyebar langsung jika seseorang yang belum pernah terinfeksi menyentuh luka atau kulit penderita cacar air.

Benda-benda yang telah terinfeksi virus seperti mainan, pakaian, seprai, handuk, dan benda lainnya yang sudah terpapar virus juga sangat mungkin menularkan virus ini ke orang lain yang sehat. Jadi selain menghindari kena angin saat cacar air, hal-hal ini juga perlu menjadi perhatian.

Bagaimana perawatan cacar air yang bisa dilakukan di rumah?

Meskipun menular, cacar air dalam kebanyakan kasus termasuk penyakit ringan. Jika Anda mengalami cacar air, maka Anda harus banyak istirahat. Perawatan cacar air biasanya tergantung pada usia dan tingkat keparahan penyakitnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah supaya cacar air cepat sembuh adalah:

-Minum banyak cairan seperti air putih, jus, atau sup kaldu. Apalagi jika ada demam. Jika yang mengalami cacar air adalah bayi, maka harus diberikan ASI lebih sering lagi.

-Hindari menggaruk luka atau lentingan cacar air. Jaga kuku tetap pendek dan bersih. Untuk menghilangkan refleks ketika gatal, pakai sarung tangan atau kaus kaki agar Anda tidak bisa menggaruknya dan mencegah terjadinya goresan saat tidur.

-Gunakan obat gatal untuk mengurangi rasa gatal. Center of Disease Control and Prevention di Amerika Serikat merekomendasikan penggunaan losion calamine, obat antihistamin, atau hidrokortison.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini