Image

Jangan Pilih Snooze saat Alarm Berbunyi! Bahaya Kesehatan Mengancam

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 07:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 481 1859269 jangan-pilih-snooze-saat-alarm-berbunyi-bahaya-kesehatan-mengancam-QMIwwhpboy.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Mendengarkan suara alarm bunyi di pagi hari memang bikin Anda merasa terganggu. Memencet tombol snooze atau tunda jadi hal yang hampir pasti Anda lakukan di pagi hari agar bisa mendapat tambahan waktu tidur, meski cuma beberapa menit. Meski kesannya sepele, ternyata kebiasaan pakai snooze bisa mengganggu kesehatan, lho!

Kenapa rasanya berat sekali saat bangun tidur?

Tubuh memiliki beberapa mekanisme agar Anda bisa bangun tidur kemudian beraktivitas di pagi hari. Salah satunya adalah dengan memanaskan suhu inti tubuh Anda, agar Anda merasa lebih waspada dan tidak mengantuk.

Seperti dijelaskan oleh spesialis gangguan tidur di Stanford University Sleep of Medicine Centre, dr. Rafael Paleyo, kondisi ini akan dimulai sekitar 2 jam sebelum tubuh merasa siap untuk bangun. Jika Anda tidak cukup tidur, maka udara kamar Anda terasa sangat dingin, tempat tidur terasa sangat nyaman. Bangun pun menjadi sangat sulit.

Pada dasarnya tubuh memiliki siklus tidur. Dilansir dalam laman WebMD, siklus tidur manusia terus berputar antara tidur non-REM dan tidur REM. REM sendiri adalah rapid eye movement, yaitu masa di mana Anda tertidur cukup pulas, tetapi otak Anda sedang bekerja aktif. Karena itulah mimpi, mengigau, atau tidur sambil berjalan biasanya terjadi pada fase tidur ini. Sedangkan pada fase tidur non-REM, otak sedang menyesuaikan diri untuk beristirahat. Non-REM masih dibagi jadi tiga tahap, yaitu tidur ayam (setengah sadar), menjelang tidur pulas, dan tidur pulas (tidur yang sangat dalam).

Nah, jika alarm bunyi saat Anda berada pada fase non-REM yang sangat dalam, Anda akan merasa semakin berat untuk bangun. Bahkan Anda bisa merasa linglung, uring-uringan, dan kurang enak badan.

Segera bangun, jangan tekan tombol snooze waktu alarm bunyi

Tubuh memerlukan beberapa saat untuk menyiapkan Anda bangun tidur, alias memotong siklus tidur. Semakin sering Anda menunda waktu bangun, tubuh akan berpikir, “Alarm ini salah! Sepertinya aku tidak perlu melakukan apa pun.” Akhirnya dengan mudah Anda akan memilih opsi snooze atau bahkan tidak menghiraukan bunyi alarm Anda sama sekali. 

Setelah memencet tombol snooze dan tidur lagi, maka tubuh akan mengulangi siklus tidur ini lagi dari awal. Beberapa menit kemudian alarm bunyi lagi dan Anda akan sangat terkejut. Ini bukan respon alamiah Anda untuk bangun. Rasa terkejut dan uring-uringan ini disebut dengan inersia tidur. Inersia tidur ini adalah perasaan uring-uringan, terkejut, dan diorientasi yang muncul ketika Anda terbangun dari tidur yang sangat pulas.

Lalu jika Anda tetap mengundurnya lagi, tubuh akan semakin bingung dengan siklus tidur Anda. Alhasil, kebiasaan ini membuat tubuh seolah-olah merasa bebas tidur selama apa pun. Bahkan, sebagian orang ada yang baru bangun hingga 2-4 jam dari waktu alarm aslinya. Sebab, tubuh tidak tahu kapan sebenarnya harus bangun dan kapan harus tidur.

Selain kesiangan, apa dampaknya jika sering mengundur waktu bangun?

Tubuh kurang segar saat bangun

Menurut dr. Chris Winter dalam Men’s Health, ketika Anda tidur-bangun-tidur-bangun untuk mematikan alarm, Anda bisa bangun dengan kurang segar. Hal ini berkaitan dengan hormon di dalam tubuh. Ketika tubuh memulai untuk bangun, hormon tidur yakni melatonin secara ilmiah akan menurun, sedangkan hormon kortisol sebagai hormon yang penyemangat menjadi meningkat. Regulasi ini bisa terjadi karena adanya kerja sama antar zat-zat kimia dalam otak yakni, serotonin, dopamin, dan adrenalin.

Nah, ketika seseorang menunda bangun dengan mengundur-ngundur waktu alarm, otak akan bingung kapan waktu perubahan bangun dan tidur seharusnya. Alhasil, tubuh tidak terpacu dengan regulasi hormon kortisol yang harusnya meningkat dengan optimal. Efek segar atau bersemangat saat bangun jadi lebih rendah dari yang seharusnya.

Kualitas tidur Anda berkurang

Tujuan tidur adalah bisa memberikan pemulihan optimal pada tubuh setelah beraktivitas sehari-hari. Agar esok hari tubuh lebih segar dan bertenaga. Namun, ketika Anda tidur-bangun-tidur-bangun untuk menunda alarm, tubuh Anda tidak benar-benar istirahat. Waktu istirahat Anda terpotong-potong sehingga pemulihan tubuh pun tidak seoptimal orang yang tidur nyenyak dan langsung bangun ketika memang sudah waktunya.

Mengganggu rutinitas pagi

Menurut dr. Chris Winter, keseringan mengundur waktu bangun juga bisa mengganggu rutinitas pagi, misalnya buang air besar di pagi hari. Khususnya bagi beberapa orang yang memang memiliki siklus setiap pagi selalu buang air besar.

Idealnya, ketika Anda bangun ini akan memicu gerakan otot dalam sistem pencernaan untuk semakin aktif memindahkan makanan keluar tubuh. Namun, ketika Anda menunda-nunda waktu bangun dengan tidur lagi dan tidur lagi, tubuh tidak mendapatkan sinyal untuk memicu gerakan otot sistem pencernaan menjadi lebih aktif ini memindahkan sisa makanan keluar tubuh. Alhasil, ini dapat mengubah siklus buang air besar Anda.

Bagaimana caranya supaya bisa langsung bangun?

1. Fokus pada tujuan

Ingat apa tujuan Anda ingin bangun di pagi hari. Misalnya, Anda sudah berjanji dengan teman-teman untuk olahraga pagi, atau mungkin hari ini Anda ingin menjadi orang pertama yang sampai di kantor. Beri nama alarm HP Anda sesuai dengan tujuan Anda biar mudah mengingatnya.

2. Jangan taruh alarm atau HP di samping tempat tidur Anda

Kalau posisi alarm terlalu dekat, akan terlalu mudah menekan tombol snooze. Yang ada Anda hanya menggerakan tangan sedikit lalu menekan tombol. Sebaiknya, letakkan alarm di tempat yang lebih jauh sehingga Anda butuh jalan beberapa langkah. Dengan begitu Anda harus bangun dari tempat tidur untuk memencetnya.

3. Tidur lebih awal

Jika Anda tidak bisa menahan diri untuk tidur lagi, mungkin Anda masih kurang tidur. Coba tidur 30 menit sebelum waktu Anda tidur biasanya. Dengan begitu, Anda lebih bisa menahan diri untuk bangun tidur sepenuhnya ketika alarm bunyi.

Jika Anda memasang alarm terlalu cepat, yakni saat Anda masih pada fase tidur yang pulas, ini akan sulit membangunkan tubuh Anda. Itulah kenapa sebenarnya memasang alarm yang paling efektif adalah ketika tubuh memang sudah benar-benar siap untuk bangun.

4. Biarkan sinar matahari masuk

Paparan sinar matahari dapat memicu jam biologis tubuh (ritme sirkadian) Anda untuk bangun dan membuat tubuh terasa berenergi. Buka sedikit bagian gorden segera pada pagi hari. Atau jika tidak ada jendela, langsung nyalakan lampu atau buka pintu kamar.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini