Image

Terungkap! 66 Persen Anak di Indonesia Sarapan dengan Menu Kurang Bergizi, Bagaimana Menyiasatinya?

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 17:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 481 1859451 terungkap-66-persen-anak-di-indonesia-sarapan-dengan-menu-kurang-bergizi-bagaimana-menyiasatinya-AGRQ1vhlRo.jpg Sarapan (Foto: Momjunction)

TIDAK semua anak-anak sarapan dengan menu sarapan sehat seperti yang disarankan para ahli. Mereka masih sering makan sembarangan dengan nilai gizi yang kurang.

Survei yang dilakukan oleh Pergizi Pangan Indonesia menyebutkan, sebanyak 66% anak lndonesia sarapan dengan gizi kurang. Kemudian, sebanyak 76,1% anak di lndonesia mempunyai nilai Mutu Gizi Pangan (MGP) yang sangat kurang.

 BACA JUGA:

Ungkapan di Hari Valentine seperti Ini yang Bikin Pasangan Makin Baper

Dr. Ulul Albab SpOG dari lkatan Dokter lndonesia mengatakan, sarapan baik dilakukan untuk memperbaiki metabolisme tubuh. Apalagi selama satu malam tubuh tidak mendapatkan asupan makan saat tidur.

"Waktu tidur, energi yang dipakai oleh tubuh untuk menjalankan fungsi metabolisme dan fusiologis itu didapat dari glukosa dalam darah, glikogen liver, dan asam lemak bebas. Akibatnya, di pagi hari, kadar gula dalam darah, glikogen dan insulin berkurang drastis," ujarnya kepada wartawan di SD Menteng 01, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2018).

Karenanya, saat bangun tidur, tubuh Alan merasa sangat lemas. Maka, sesegera mungkin, tubuh harus mendapatkan asupan makanan yang bernutrisi di pagi hari.

Terlebih bagi anak-anak, sarapan memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk energi yang diperlukan untuk beraktivitas. Mereka juga butuh membangun konsentrasi belajarnya sepanjang hari.

Dr Ulul menambahkan, sarapan idealnya memenuhi 10-15% kebutuhan gizi harian. Anak yang terbiasa sarapan pagi akan memiliki kemampuan berkonsentrasi yang lebih baik daripada anak yang tidak terbiasa sarapan pagi. Kalau mereka tidak sarapan, biasanya akan terasa lemas atau lesu sebelum tengah hari.

"Kejadian ini akan menyebabkan anak sulit berkonsentrasi dan berpikir di dalam kelas. Tubuh dan otak manusia membutuhkan asupan makanan yang bernutrisi di pagi hari," terangnya.

Karena sarapan penting, orangtua diminta untuk menyediakan sarapan dengan porsi yang tepat. Lengkap juga dengan asupan gizi seimbangnya yang didapatkan dari sumber karbohidrat, lemak dan protein yang menyehatkan.

Ketua Pergizi Pangan Indonesia Prof Dr Hardinsyah, MS, menambahkan, seorang in harus pintar mengombinasikan bahan makanan saat diolah menjadi menu sarapan. Seperti adanya sayuran, buah, susu, hingga menu karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, sereal, nasi merah, kentang dan lain sebagainya.

 BACA JUGA:

Terungkap Alasan Anak Menolak Sarapan Sebelum Berangkat Sekolah

"Setiap hari menu sarapan harus dikombinasikan. Supaya anak-anak tidak bosan. Juga nutrisinya harus diperhatikan agar anak-anak mendapatkan menu sarapan yang tepat dan bermanfaat," tutupnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini