Image

Insiden Santri Sakit Massal, Kemenkes Tegaskan Vaksin yang Dipakai Aman

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 16:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 481 1859557 insiden-santri-sakit-massal-kemenkes-tegaskan-vaksin-yang-dipakai-aman-GF6jMjCe2I.jpg

JAKARTA – Sebanyak 80 santri dari tiga pesantren di Pulau Madura sakit massal usai divaksin difteri pada Sabtu 10 Februari lalu. Mereka mengalami gejala mual, muntah-muntah, demam tinggi hingga ada yang pingsan.

“Kami tegaskan bahwa kejadian Ikutan Pasca Imunisai (KIPI) yang terjadi ini tidak ada hubungannya dengan vaksin,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, Oscar Primadi melalui siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (14/2/2018).

Apa yang terjadi, menurut dia, adalah reaksi ketakutan dari para santri setelah divaksinasi dan kondisi mereka yang belum makan pagi maupun setelah diimunisasi. “Kami imbau, sebelum dan sesudah imunisasi para santri jangan lupa makan. Tidak perlu cemas atau takut. Usahakan tenang. Jangan lupa berdoa sebelum disuntik,” ucapnya.

Puskemas Kadur pada Sabtu tanggal 10 Februari 2018 sesuai jadwal yang sudah disepakati melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri di Madrasah Aliyah Al Falah Ponpes Al Falah dan MTs Ponpes Mubtadi’in Kadur, Pamekasan, Jawa Timur. Jumlah santri yang divaksinasi sebanyak 501 dari sasarannya 603. Vaksin Td yang dipakai sebanyak 58 vial. Vaksinasi juga dilakukan di Pesantren Al-Husen, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur.

Para santri dari ketiga pesantren inilah yang kemudian mengalami sakit massal. Mereka dirawat di Puskesmas Larangan, Puskesmas Kadur, Puskesmas Galis, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Oscar menjelaskan, berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, kondisi vaksin tidak ada yang kedaluarsa dan suhu lemari es sesuai standar yaitu 2-8 derajat celcius.

(Baca Juga: Ternyata Orang Dewasa Juga Perlu Divaksin Difteri)

“Saat ini sejumlah santri yang mengeluh sakit dan dirawat di RSUD maupun di Puskesmas, sudah pulang setelah diberikan layanan pengobatan simptomatis,” ulasnya.

Sementara itu, ORI di Desa Kadur akan dijadwalkan kembali. Setelah melakukan sosialisasi beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan setempat kembali melakukan sosialisasi tambahan kepada masyarakat umum, wali santri dan pengasuh pesantren di desa Kadur. Sementara monitoring tetap dilakukan kepada pasien yang masih dirawat.

(Baca Juga: Vaksin Difteri Haram? Begini Penjelasan Imam Besar Masjid Istiqlal)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini