nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Keracunan Makanan dan Norovirus

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 21:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 481 1859639 serupa-tapi-tak-sama-ini-bedanya-keracunan-makanan-dan-norovirus-EnRyD6Rw7Z.jpg Sakit perut (Foto: Bustle)

SAKIT perut adalah hal yang lazim dialami oleh seseorang. Ada yang mengalaminya karena salah makan, keracunan makanan, maupun karena bakteri atau virus. Akan tetapi, tak jarang seseorang salah mengartikan penyebab dirinya mengalami sakit perut.

Beberapa orang mungkin mengira jika dirinya sakit perut karena keracunan makanan. Padahal sakit perut bisa juga disebabkan oleh virus, salah satunya adalah norovirus. Melansir Bustle, Rabu (14/2/2018), Okezone mencoba menjelaskan perbedaan sakit perut karena keracunan makanan dengan norovirus.

 BACA JUGA:

Terungkap! 66 Persen Anak di Indonesia Sarapan dengan Menu Kurang Bergizi, Bagaimana Menyiasatinya?

Sakit perut karena keracunan makanan biasanya terjadi beberapa jam setelah mengonsumsi sesuatu. Gejalanya antara lain diare, mual, muntah, dan perut kram. Sedangkan gejala norovirus terjadi satu atau dua hari setelah terinfeksi. Gejalanya pun hampir sama sehingga banyak orang yang mengira dirinya mengalami keracunan makanan. Hanya saja untuk norovirus seseorang yang terkena bisa mengalami nyeri otot dan demam.

Perbedaan lainnya adalah keracunan makanan terjadi pada sejumlah orang yang mengonsumsi makanan yang sama. Sedangkan norovirus terjadi pada satu orang namun dapat menyebar ke orang lain. Sebagai contoh, saat Anda mengonsumsi makanan yang sama dengan orang yang terkena norovirus, besar kemungkinan Anda akan juga mengalaminya. Penyebarannya juga dapat melalui bersin atau berjabat tangan.

Norovirus lebih mudah terjadi pada saat musim dingin. Selain itu, pada orang-orang yang senang mengonsumsi makanan mentah, penyakit ini lebih mungkin terjadi. Makanan yang tidak diolah dengan baik pun bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit ini.

Sama halnya dengan keracunan makanan, norovirus pun harus cepat mendapatkan penanganan. Salah satu cara yang paling mudah adalah terus meminum cairan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Kemudian segera hubungi ahli medis untuk mendapatkan perawatan. Sekadar informasi, norovirus tidak dapat diobati dengan antibiotik.

 BACA JUGA:

Insiden Santri Sakit Massal, Kemenkes Tegaskan Vaksin yang Dipakai Aman

Selain norovirus, masih ada kuman lain yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit gastrointestinal. Kuman tersebut adalah Salmonella, Staph, Campylobacter, dan Clostridium perfringens. Walau begitu masih ada ratusan kuman makanan yang bisa membuat Anda sakit. Maka dari itu, selalu pastikan makanan yang masuk ke tubuh bersih dan higienis.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini