nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Ketombe, Ini Penyebab Masalah Kebotakan pada Pria

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 17:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 194 1860032 selain-ketombe-ini-penyebab-masalah-kebotakan-pada-pria-6m87ewoCQx.jpg Kebotakan (Foto: Raconteur)

KERONTOKAN rambut merupakan salah satu masalah yang tak hanya dialami oleh wanita, pria nyatanya juga mengalami hal yang serupa. Kerontokan rambut sejatinya merupakan hal yang normal.

Biasanya rambut akan mengalami kerontokan setiap 50-100 helai setiap harinya. Pada pria, sejauh ini penyebab kerontokan rambut yang paling umum adalah kebotakan pria yang disebabkan oleh meningkatnya sensitivitas terhadap hormon dihidrotestosteron (DHT).

“Hampir 50 persen pria akan mengalami kehilangan rambut saat mereka berusia 50 tahun. Rambut rontok juga bisa dimulai pada usia muda, terutama bila memiliki kecenderungan genetik mengalami rambut rontok,” ujar Robert Glatter, seorang dokter dari Rumah Sakit Lenox Hill, yang kerap menangani masalah rambut rontok.

Nah, bila Anda belum mencapai usia 50 tahun dan telah mengalami kerontokan terus-menerus, bisa jadi ini merupakan tanda-tanda kebotakan. Berikut adalah beberapa penyebab kerontokan rambut rontok pada pria.

Ketombe

Sejumlah 40 persen pria memiliki ketombe yang biasa disebut seborrheicdermatitis. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan hormonal atau fluktuasi produksi minyak yang berlebihan di kulit. Tak perlu khawatir, masalah ketombe bisa diobati dan rambut akan tumbuh lebat lagi dalam periode delapan bulan.

Psoriasis

Psoriasis merupakan kondisi autoimun yang menyebabkan pertumbuhan sel kulit menjadi berlebih, serta timbul bercak putih bersisik tebal pada kulit kepala. Sekilas mirip dengan ketombe namun sisiknya lebih tebal.

“Psoriasis pada kulit kepala bisa menyebabkan kerontokan rambut karena kita bisa saja menggaruk kepala untuk meringankan rasa gatal, tapi dapat menyebabkan rambut rontok,” ujar Glatter.

Untuk mengurangi gatal pada kulit kepala dan kerontokan rambut, batasi penggunaan pengering rambut atau catokan rambut yang bisa memberikan sensasi rasa panas di kulit kepala. Dalam kasus tertentu, dokter kulit biasanya akan memberi resep berupa obat oral, krim topikal, dan salep, bersamaan dengan penggunaan terapi sinar ultraviolet untuk mengobat gejala.

Kurap

Kurap atau dikenal juga sebagai tinea adalah infeksi jamur yang menghasilkan bercak merah bersisik pada kulit. Kurap juga bisa terjadi pada kulit kepala. “Ketika area tersebut diobati dengan obat antijamur oral, rambut biasanya tumbuh kembali dalam waktu 6-12 bulan. Namun, masih mungkin kerontokan rambut bisa jadi permanen,” kata Glatter.

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme atau fungsi tiroid yang tidak berjalan maksimal lazimnya terjadi pada kaum Hawa. Namun, pada pria hal tersebut bisa saja terjadi yang menyebabkan sulit berkonsentrasi, depresi, dan kerontokan rambut.

Penggunaan produk rambut berlebihan

Bagi beberapa pria yang memiliki rambut panjang, kebiasaan mengepang, mencepol, atau menguncir rambut bisa menyebabkan folikel rambut melemah. Menurut Glatter, hal ini yang bisa berujung pada permasalahan kerontokan rambut. Karena itu, sebaiknya jangan terlalu kencang mengikat rambut serta menggunakan produk rambut secara berlebihan.

“Gel dan wax tidak secara langsung menyebabkan rambut rontok, tetapi itu bisa melemahkan rambut dan membuatnya kusut sehingga berakhir dengan kerusakan,” tutup Glatter.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini