Bagaimana Kehidupan Seks Orang-Orang Berumur di Atas 65 Tahun?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 08:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 15 196 1859848 bagaimana-kehidupan-seks-orang-orang-berumur-di-atas-65-tahun-X9kCDAYZ1u.jpg Ilustrasi

KERAP kita menganggap bahwa orang-orang yang memasuki usia tua hanya menginginkan hubungan yang hangat di masa senja mereka, dan bukan lagi romansa yang penuh gairah.

Tapi tunggu dulu. Sebuah survei terhadap 2.002 orang berumur di Inggris menunjukkan bahwa 52% orang berusia di atas 65 tahun merasa mereka tidak mengalami seks yang cukup, dan hampir sepertiganya senang melakukan hubungan seks pada kencan pertama.

Survei itu juga menemukan bahwa satu dari 10 orang di atas usia 75-an memiliki pasangan seksual berganti-ganti sejak berusia 65 tahun.

 

'Kita harus menikmati hidup'

Dennis Allen, salah satu responden, mengatakan bahwa ia belum akan membiarkan usia menghalangi kehidupan seks dia dan istrinya. Lelaki berusia 84 tahun itu menikahi Pauline, 85, istri keempatnya, pada tahun 2004.

Dia mengatakan pasangan itu melakukan kegiatan seks aktif rata-rata dua kali seminggu.

"Jika dimungkinkan, kita harus menikmati hidup," katanya.

"Kita tidak pernah tahu kapan kita akan melewati masa kedaluwarsa kita," katanya terkekeh.

Dennis mengatakan bahwa dia dan Pauline, selalu menyempatkan diri untuk berolahraga dan merawat diri sendiri, antara lain agar mereka tetap bisa menarik satu sama lain.

"Kita blak-blakan saja, jika Anda adalah seorang perempuan muda dan Anda melihat suami Anda duduk di sana dengan perut besar seperti gentong, asap rokok terus mengepul dari mulutnya, apa yang Anda pikirkan? Apakah Anda akan menyukainya?"

"Istri saya selalu terlihat sangat menarik. Dia tidak akan keluar dari pintu rumah kecuali jika dia sudah merasa rapi, dan dia tidak akan membiarkan saya keluar dari pintu rumah kecuali jika saya sudah terlihat necis."

Survei itu juga menemukan:

-Hanya satu dari enam orang berusia 80 ke atas mengaku merasa menjalani cukup seks

-Dalam proporsi yang sama, kaum berusia di atas 65 tahun mengatakan satu-satunya alasan mereka akan berhenti berhubungan seks adalah ketiadaan kesempatan

-Satu dari empat orang di atas 65 tahun yang sedang menjalani hubungan yang dimulai dalam 10 tahun terakhir mengatakan bahwa mereka bertemu dengan pasangannya secara online

Lucy Harmer dari Independent Age mengatakan bahwa begitu banyak orang lanjut usia yang aktif secara seksual lebih dari yang diperkirakan orang.

Dia mengatakan kepada BBC, "Generasi yang mencapai usia 65 dan lebih tua sekarang adalah baby boomer. Saya kira tak akan ada orang yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka sepatutnya berhenti (melakukan hubungan seks).

"Orang-orang dari generasi itu memiliki pendekatan seks yang mungkin sedikit berbeda, dibandingkan yang berusia 80 sampai 85 tahun."

Untuk Hari Valentine ini, Independent Age menyusun sejumlah kiat tentang bagaimana mempertahankan hubungan romantis yang kuat di usia senja:

-Bicaralah dengan pasangan tentang bagaimana perasaan Anda, dan berusahalah melihat sesuatu dari sudut pandang mereka

-Berkomunikasi dengan pasangan tentang apa yang secara seksual Anda berdua inginkan dan butuhkan

-Tumbuhkan kepercayaan diri tentang tubuh Anda

-Melakukan eksperimen, tetapi aman

-Lakukan seks yang aman, karena Penyakit Menular Seksual masih bisa dtularkan

'Diskusi tentang kehidupan seks'

Survei itu juga menyoroti bahwa sekitar satu dari 11 orang di atas 65 tahun mengaku tidak melakukan tindakan pencegahan terhadap infeksi menular seksual saat mulai melakukan hubungan seks dengan pasangan baru.

Terrence Higgins Trustmengatakan sejumlah orang tua yang baru lajang atau baru di kemudian hari aktif secara seksual, memiliki pengetahuan yang terbatas tentang pencegahan penyakit menular seksual (PMS).

Debbie Laycock, dari lembaga kesehatan seksual itu mengatakan, "Masih sedikit diskusi tentang kehidupan seks di kalangan orang tua. Sebagian besar diskusi, pendidikan dan kampanye kesehatan seksual sejauh ini berfokus pada kaum muda.

"Hal ini menciptakan asumsi bahwa kesehatan seksual dan PMS hanya merupakan masalah bagi kaum muda dan hal itu perlu diubah."

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini