Image

Perayaan Single Awareness Day, Hargai Para Jomblo dengan Cara Ini

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 16:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 15 196 1860152 perayaan-single-awareness-day-hargai-para-jomblo-dengan-cara-ini-JrpitWy3fG.jpg Ilustrasi (Foto: Yahoo)

SETELAH perayaan Hari Valentine yang seolah hanya milik mereka yang punya pasangan, maka tanggal 15 Februari dipilih sebagai hari untuk para single. Hari itu disebut Single Awareness Day (SAD).

SAD adalah hari khusus untuk para single agar mereka dapat merayakan status lajang, bangga, dan menikmati kesendirian. Berkaitan dengan perayaan Single Awareness Day, Feby Indirani seorang penulis buku berjudul "69 Things to be Grateful About Being Single" kini sedang fokus mengampanyekan gerakan berhenti melecehkan, mempermalukan, dan mengolok-olok wanita single dengan tagar #stopsingleshaming dan #loveforall.

 (Baca Juga: Jangan Baper, Ini 6 Alasan Jadi Jomblo Buruk untuk Kesehatan)

Saat ditemui Okezone di bilangan Jakarta Selatan, belum lama ini ia mengungkap bahwa para single harus dihargai statusnya. Untuk menghargai orang-orang berstatus single, terutama wanita, beriku cara-cara yang bisa dilakukan lingkungan terdekat.

Jangan banyak tanya

“Saat kumpul-kumpul dengan teman, seringkali muncul pertanyaan, ‘gimana udah ada calonnya belum?’, ‘kapan nih (nikah), ‘lo masih sendiri?’, pertanyaan-pertanyaan mungkin akan mengganggu. Jadi kalau sedang kumpul jangan membuka topik tentang itu. Kalau mereka mau bicara, barulah kita dengarkan,” ungkapnya.

Jangan asal menjodohkan

“Biasanya sering banget lingkungan main asal ‘nyodorin’ orang untuk dijodohkan dengan si single. Entah itu teman, orangtua, saudara, atau rekan kerja. Padahal, belum tentu cocok. Nanti kalau ditolak, malah diomonginnya, ‘ah, belagu banget loe, udah suyukur gue kenalin, atau udah syukur ada yang mau’. Nah, yang seperti itu sebenarnya bagian dari melecehkan,” celoteh Feby.

  (Baca Juga: Orang dengan Indera Penciuman Baik Memiliki Hubungan Seksual Berkualitas, Benarkah?)

Mengajak hangout tapi yang lain bawa pasangan

“Sebetulnya ini enggak salah. Bukan masah etis atau enggak etis, tapi lebih kepada bagaimana perlakuan lingkungan saat kumpul-kumpul kepada si single. Pastikan saja sebelum mengajak si single hangout, dia tahu kalau the girls bawa pasangan, pastikan dia enggak keberatan, nyaman, dan selama hangout dia terlibat percakapan, tidak hanya menjadi ‘lalat’.”

Mengintervensi terlalu dalam

“Setiap orang punya persoalan hidup masing-masing. Dia single, bukan berarti dia happy-happy saja. Lingkungan sekitar sebaiknya jangan mengintervensi terlalu dalam tentang penyebab dia masih single. Kemudian, jangan terlalu banyak ceramah, karena itu bukan solusi,” tukasnya.dengan Cara Ini

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini