nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Hal yang Identik dengan Perayaan Imlek, Kue Keranjang hingga Barongsai!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 16 Februari 2018 07:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 15 406 1860302 5-hal-yang-identik-dengan-perayaan-imlek-kue-keranjang-hingga-barongsai-xuTt43hXmE.jpg Atraksi barongsai (Foto: Nchrist)

PERAYAAN Imlek atau Tahun Baru China selalu dirayakan dengan serangkaian tradisi unik yang mungkin sudah familiar di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Mulai dari pertunjukkan barongsai, berbagai olahan makanan tradisional seperti kue keranjang, hingga tradisi bagi-bagi angpao yang selalu dinantikan.

Namun tahukah Anda, dibalik tradisi tersebut ternyata tersirat makna yang sangat erat kaitannya dengan kepercayaan dan kebudayaan Tionghoa. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Okezone rangkumkan 5 hal yang identik dengan Perayaan Imlek, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Jumat (6/2/2018).

Kue Keranjang

Kue keranjang atau juga disebut Nian Gao merupakan salah satu makanan yang wajib disajikan pada perayaan Imlek karena memiliki makna peningkatan kesejahteraan dari tahun ke tahun. Kue ini sebetulnya sudah ada sejak 3000 tahun silam, namun baru dipergunakan sebagai sesasji pada upacara sembahyang leluhur, tepatnya tujuh hari menjelang Tahun Baru Imlek, dan puncaknya pada malam menjelang hari besar tersebut. Kue keranjang umumnya terbuat dari tepung ketan dan gula, kemudian dibentuk bulat atau menyerupai keranjang karena bermakna agar keluarga yang merayakan imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun, dan bulat tekadnya dalam menghadapi tahun yang akan datang. Kue ini juga tersedia dalam dua varian rasa yakni, gurih dan manis.

Jeruk

Perayaan Imlek ternyata juga identik dengan buah-buahan segar, khususnya jeruk mandarin. Dalam dialek Teochew, 'jeruk' atau 'ju' berbunyi 'ji' yang berarti beruntung. Jadi jangan heran jika Anda melihat begitu banyak jeruk mandarin di berbagai toko swalayan.

Angpau

Selain makanan, tahun baru Imlek juga selalu dimeriahkan oleh momen bagi-bagi angpao yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa kepada anggota keluarga yang lebih muda. Dalam kebudayaan Tionghoa, angpau merupakan bingkisan dalam amplop merah yang berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek. Warna merah angpau melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif. Angpau juga melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, angpau tidak diberikan sebagai ungkapan belasungkawa karena akan dianggap tidak sopan oleh pihak yang sedang berduka.

Barongsai

Semua orang tentu sudah tidak asing lagi dengan kesenian tradisional khas China ini. Kesenian barongsai pertama kali dipopulerkan pada zaman dinasti Nan Bei tahun 420-589 Masehi. Kala itu, pasukan raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Upaya tersebut ternyata sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda hingga saat ini. Lalu apa kaitannya barongsai dengan perayaan Imlek? Menurut kepercayaan Tionghoa, barongsai memiliki makna untuk mengusir roh-roh jahat dan energi negatif. Nama barongsai sendiri sebetulnya hanya ada di Indonesia, karena diambil dari kata ‘Barong’ yang berasal dari kesenian Bali, dan Sai yang dalam bahasa Hokkian berarti Singa.

Congsam

Congsam atau dikenal dengan sebutan qipao adalah salah satu jenis kostrum tradisional yang sering dikenakan oleh wanita asli Tionghoa. Pakaian ini memiliki ciri khas kerah yang berdiri, lalu pada sisi kanan busana akan sedikit terbuka untuk memperlihatkan keindahan bentuk tubuh. Namun secara harfiah, cheongsam memilki arti gaun panjang yang telah ada sejak Dinasi Manchu. Dalam perkembangannya, cheongsam kemudian ditetapkan sebagai busana tradisional yang digunkan oleh seluruh perempuan Tionghoa dalam berbagai acara spesial, termasuk Imlek.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini