nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keseringan Makan Terung Bikin Mr P Loyo, Mitos atau Fakta?

Widya Marchellin, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 13:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 481 1859958 keseringan-makan-terung-bikin-mr-p-loyo-mitos-atau-fakta-mFlpejLwPS.jpg Terung (Foto: Medicalnewstoday)

DI masyarakat banyak beredar berbagai hal terkait konsumsi makanan tertentu yang dapat memengaruhi kesehatan pria. Beberapa merupakan fakta, tapi ada juga yang mitos.

dr. Raissa edwina, dokter spesialis gizi RSPI, menyampaikan dalam sebuah majalah kesehatan RSPI tentang fakta - mitos nutrisi kesehatan pria. Apa saja itu? Berikut penjelasannya:

Diet tinggi protein meningkatkan massa otot

FAKTA. Diet tinggi protein dapat meningkatkan massa dan kekuatan otot, tapi harus disertai latihan fisik terutama bersifat resistance training (latihan beban). Perlu jadi perhatian mengkonsumsi protein berlebih dari total kalori dapat merusak organ tubuh.

Terlalu banyak minum bir bikin perut buncit

FAKTA. Menurut penelitian, konsumsi bir berlebih dapat meningkatkn lingkar perut dan berat badan. Semakin besar lingkar perut, semakin tinggi risiko terkena penyakit metabolik (diabetes, perlemakan hati, obesitas, darah tinggi, dan kolesterol).

Minuman berakohol meningkatkan gairah seksual

FAKTA. Alkohol memiliki aktivitas afrosidiak dengan cara meningkatkan aliran darah sehingga dorongan seksual dapat meningkat. Tetapi mengkonsumsi alkohol berlebih dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan disfungsi seksual.

Hindari makan terung agar tidak "loyo"

MITOS. Terung merupakan makanan rendah kalori, rendah serat, serta kaya vitamin (vitamin K, A, C, E, Dan B Kompleks), mineral (kalium, natrium, magnesium, kalsium, folat, zinc, besi). Selain itu terung memiliki pigmen antosionin, senyawa organik yang dapat menurunkan disfungsi ereksi.

Kopi hitam baik untuk kesehatan jantung

MITOS. Hingga saat ini berdasarkan hasil penelitian, risiko penyakit jantung dapat meningkat pada orang yang memiliki mutasi genetik tertentu, seperti lambatnya metabolisme kafein dalam tubuh.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini