nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Dedi Satria, Anggota Mapala UI yang Berhasil Gapai Puncak Vinson Massif

Imeida Ulfa Ariyanti, Jurnalis · Jum'at 16 Februari 2018 10:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 16 406 1860376 cerita-dedi-satria-anggota-mapala-ui-yang-berhasil-gapai-puncak-vinson-massif-1JU3AuBlyK.jpg Dedi Satria di Puncak Vinson Massif (Foto: Dok. Mapala UI)

SATU lagi prestasi membanggakan datang dari anak bangsa Dedi satria yang merupakan pendaki yang mewakili Mapala UI yang tergabung dalam Tim Vinson Massif. Dedi berhasil menaklukkan puncak Gunung Vinson Massif setinggi (4.987 mdpl) di Benua Antartika pada 6 januari 2018 yang lalu.

Dalam acara press conference Mapala UI Gapai Vinson Massif pada Kamis, 15 Februari 2018, Dedi berbagi cerita dengan awak media mengenai perjalanannya selama mendaki puncak Gunung Vinson Massif tersebut.

“Ketika saya sampai di puncak segala kesulitan yang terasa hilang seketika, perasaan haru dan bahagia bercampur aduk. Selain itu yang membuat saya semangat untuk sampai di puncak tersebut adalah di pundak saya ada ribuan harapan mahasiswa mapala UI untuk dapat mencapai puncak tertinggi di Antartika” ucap Dedi di Kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis 15 Februari 2018.

 (Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Meningkat, Jumlah Maskapai Penerbangan Buka Rute Jakarta-Banyuwangi Bertambah)

Pencapaian ini telah lama dinantikan oleh Mapala UI setelah insiden Aconcagua yang terjadi pada tahun 1992 yang mana dua pendaki Mapala UI gugur dalam pendakian Puncak Aconcagua. Semenjak insiden tersebut Mapala UI tidak di izinkan lagi untuk melakukan pendakian .

Dalam pendakian Vinson Massif, Mapala UI awalnya akan memberangkatkan dua tim, namun karena terkendala oleh biaya hanya satu orang yang dapat di berangkatkan. Sedangkan tim yang lainnya sebagai tim pendukung saja.

 

Sementara itu sebelum keberangkatan berbagai persiapan pun telah dilakukan Dedi mulai dari latihan fisik, persiapan peralatan, pengenalan medan, sampai dengan simulasi pendakian. Selama pendakian, Dedi mengalami kendala yaitu suhu udara yang sangat ekstrem.

  (Baca Juga: Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Bakal Bangun Terminal Internasional)

“Saat mendaki saya mengalami beberapa kesulitan, medan yang sulit dan cuaca yang ekstrem dengan suhu mencapai -19 derajat celcius ketika mendaki, dan ketika summit suhu mencapai -41 derajat celcius. Ini membuat saya harus berhati-hati dalam melangkah," ujarnya.

Dedi menambahkan, sebelum keberangkatan dia memperoleh dana dari donasi dan beberapa sponsor yang mana biaya tersebut di bayar lima bulan sebelum keberangkatan. Untuk sampai ke Vinson Massif dia menghabiskan dana sebesar 450 juta di luar pembelian peralatan mendaki.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini